Hantar Suami ke RS, Rumah Dibobol Maling
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Rumah milik Ni Made Jontiani di Jalan Sandat, Denpasar, dibobol maling, pada Rabu (17/4/2024) sekitar pukul 09.00 WITA.
Usut punya usut, pelaku ternyata Ni Ketut Rai asal Karangasem. Pelaku yang tinggal di Dangin Puri Kangin, Denpasar itu berhasil membobol rumah korban dengan cara membuka paksa grendel pintu gerbang.
Ia lalu menggasak HP serta uang tunai Rp 5 juta di dalam lemari kamar.
Korban Ni Made Jontiani awalnya tidak mengetahui rumahnya dibobol maling.
Pasalnya, sebelum kejadian sekitar pukul 08.00 WITA, korban meninggalkan rumah untuk menghantar suaminya cuci darah ke rumah sakit (RS). Sementara rumah dalam keadaan kosong.
Sekembalinya dari rumah sakit, sekitar pukul 09.00 WITA, korban pulang ke rumah dan ternyata rumahnya sudah dibobol maling.
Dalam keterangan korban kepada polisi, maling menggasak sebuah HP yang ditaruh di atas meja dan mencuri uang korban yang disimpan di lemari sebesar Rp 5 juta.
"HP yang sebelumnya ditaruh di atas meja telah hilang dan setelah mengecek uang Rp 5 juta yang tersimpan di lemari juga hilang," ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, pada Jumat (19/4/2024) di Denpasar.
Setelah dilakukan penyelidikan oleh Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Utara, pelaku diketahui bernama Ni Ketut Rai.
Pelaku berusia 51 tahun itu ditangkap di rumahnya di Jalan Wijaya Kusuma, Denpasar Utara, beberapa jam setelah kejadian.
Pelaku mengakui perbuatanya membobol rumah korban dan mengambil 1 buah HP. Namun pelaku menolak mengakui mengambil uang tunai Rp 5 juta milik korban.
"Keberadaan uang Rp 5 juta masih diselidiki," bebernya.
Dijelaskan pelaku, Hp tersebut langsung dibawa ke Pasar Kreneng dan dijual kepada seorang laki-laki yang ditemui di lorong pasar sebesar Rp 700 ribu. Barang bukti yang diamankan dari pelaku yakni uang tunai sebesar Rp 700 ribu, satu unit sepeda motor Honda Beat DK 2719 ADU, pakaian dan tas selempang motif batik milik pelaku.
"Pelaku melakukan pencurian karena faktor ekonomi, hasil penjualan HP akan dipakai untuk biaya kebutuhan hidup," pungkas AKP Sukadi. (hes/suteja)