Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Giri Prasta: MRT Solusi Tepat Atasi Macet di Bali

Oleh Editor • 29 Mei 2024 • 19:44:00 WITA

Giri Prasta: MRT Solusi Tepat Atasi Macet di Bali
Bupati Giri Prasta mendampingi Pj Gubernur Mahendra saat menghadiri acara penyampaian Minat Investasi Bali Urban Rail and Associated Facilities dan Penyerahan Dokumen Kualifikasi, Rabu (29/5/2024) di Denpasar. (foto/adi)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan bahwa Mass Rapid Transit (MRT) adalah solusi paling tepat dari berbagai alternatif tersedia dalam mengatasi kemacetan di Pulau Dewata.

Hal itu disampaikan Bupati Giri Prasta saat menghadiri acara penyampaian Minat Investasi  Bali Urban Rail and Associated Facilities dan Penyerahan Dokumen Kualifikasi oleh Konsorsium PT Bumi Indah Prima kepada PT Sarana Bali Dwipa Jaya, Rabu (29/5/2024).

Acara berlangsung di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Denpasar ini sehubungan dengan pelaksanaan seleksi mitra investasi untuk pengembangan transportasi massal berbasis kereta di Bali.

Karena menurutnya, MRT memberikan alternatif transportasi yang cepat, nyaman, dan efisien bagi penduduk Bali di masa mendatang. Hal jika dibanding dengan solusi lain yang ada.  

“Kami sangat berharap program ini terlaksana, dan kami tidak mau program MRT ini gagal. Kalau melebarkan jalan susah apalagi ada merajan milik masyarakat sendiri, dan jika kita melaksanakan play over juga tidak boleh. Kita mengamati regulasi, satu-satunya jalan melalui upaya program MRT ini,” jelasnya.

Sementara Penjabat (Pj) Gubernur Bali SM Mahendra Jaya menjelaskan bahwa pembangunan transportasi massal berbasis kereta ini untuk mengatasi kondisi kemacetan lalu-lintas di Bali yang semakin parah.

Ia lalu menyebutkan sejumlah destinasi wisata yang kerap menjadi langganan kemacetan lalu-lintas. Mulai dari kawasan Kuta, Seminyak, Canggu, Sanur dan Ubud. Padahal wisatawan sangat membutuhkan kenyamanan.

Selain itu, tambah dia, jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata terus meningkat setiap tahunnya. “Sebagai gambaran pada tahun 2023 wisatawan yang datang ke Bali lebih dari 15 juta wisatawan, 2024 ditargetkan mencapai 20 juta wisatawan, dan setiap tahun terus bertambah,” sebutnya.

Maka itu, menurutnya, Bali perlu ditata dengan menghadirkan transportasi modern yang aman nyaman, ramah lingkungan dan ketepatan waktu tertempuh.

“Pengembangan sistem angkutan massal berbasis kereta tidak hanya bertujuan mengatasi kemacetan tetapi juga meningkatkan daya saing Bali sebagai destinasi wisata unggulan dunia,” jelasnya.

Untuk mendukung upaya itu, pihaknya menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9 Tahun 2024 tentang Penegakan Kepada PT Jam Krida Bali Mandara Untuk Melakukan Kerjasama Dalam Pengembangan Pembiayaan dan Penyelenggaraan Sistem Angkutan Umum Berbasis Kereta.

Turut hadir Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia dan perwakilan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (adi/suteja)