Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Bali Butuh Transportasi Massal Berbasis Kereta

Oleh Editor • 29 Mei 2024 • 20:36:00 WITA

Bali Butuh Transportasi Massal Berbasis Kereta
Pj Gubernur Mahendra dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia saat acara penyampaian Minat Investasi Bali Urban Rail and Associated Facilities, Rabu (29/5/2024) di Denpasar. (foto/adhy)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Penjabat (Pj) Gubernur Bali SM Mahendra Jaya mengatakan bahwa Bali sangat mendesak butuh pembangunan sarana transportasi massal berbasis kereta api.

Hal itu disampaikan Pj  Gubernur Mahendra Jaya saat menghadiri acara penyampaian Minat Investasi Bali Urban Rail and Associated Facilities dan Penyerahan Dokumen Kualifikasi oleh Konsorsium PT Bumi Indah Prima kepada PT Sarana Bali Dwipa Jaya, Rabu (29/5/2024) di Denpasar.

Menurutnya, hal ini tak terlepas dari pesatnya perkembangan sektor pariwisata yang berimbas pada kondisi lalu-lintas dari dan menuju destinasi wisata favorit.

Bahkan, lanjut Mahendra, belakangan ini, sejumlah akses menuju objek wisata, seperti Kuta, Seminyak, Canggu, Sanur dan Ubud hampir sepanjang waktu mengalami kemacetan.

“Kondisi ini perlu disikapi karena sebagai destinasi wisata dunia, Bali memerlukan sistem transportasi modern yang aman, nyaman, ramah lingkungan dan dapat menjamin ketepatan waktu tempuh,” ujarnya.

Ia lalu mengingat sektor pariwisata menjadi lokomotif perekonomian Bali. Sebagai gambaran, pada tahun 2023 jumlah wisatawan yang datang ke Bali mencapai 15 juta orang, dan tahun 2024 ditargetkan mencapai 20 juta wisatawan.

“Ke depan, jumlah wisatawan yang datang ke Bali setiap tahunnya diproyeksikan akan terus bertambah, maka Bali perlu ditata untuk menjaga kelestarian alam dan keunikan budaya Bali, serta wisatawan merasa aman dan nyaman,” jelasnya.

Pengembangan ini, terang dia, tidak hanya bertujuan mengatasi kemacetan, tetapi juga meningkatkan daya saing Bali sebagai destinasi wisata unggulan dunia melalui revitalisasi dan pengembangan koridor pariwisata Bali yang keberlanjutan.

Namun pelaksanaannya, Mahendra Jaya menekankan beberapa hal yang wajib diperhatikan dalam penggarapan proyek ini. “Tetap jaga kelestarian alam dan nilai-nilai kearifan lokal Bali. Gangguan terhadap aktivitas pariwisata dan ekonomi selama pengerjaan proyek juga mesti diminimalkan,” sebutnya.

Sementara itu, Menteri Investasi Modal Bahlil Lahadalia turut hadir pada acara itu berjanji akan memberi dukungan terhadap kelancaran proses pengembangan sarana transportasi berbasis kereta di Pulau Dewata.

Lebih dari itu, ia berharap pengembangan sarana transportasi ini dapat berdampak positif bagi transformasi ekonomi daerah Bali. (adhy/suteja)