Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Indonesia Harus Waspadai Dinamika Ekonomi Dunia

Oleh Editor • 05 Juni 2024 • 18:14:00 WITA

Indonesia Harus Waspadai Dinamika Ekonomi Dunia
Ilustrasi situasi ekonomi dunia. (Shutterstock)

PODIUMNEWS.com - Mencermati dinamika dan situasi global yang dinamis, saat ini perlunya kehati-hatian dan kewaspadaan bersama, meskipun kondisi ekonomi Indonesia dalam kondisi cukup bagus.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR) RI, Rabu, (5/6/2024) di Jakarta, seperti dilansir dari laman Menko Marves.

Melihat keadaan Indonesia saat ini, khususnya dalam sektor peningkatan efisiensi melalui digitalisasi, Luhut menyebutkan bahwa hal itu menjadi sumber pendapatan baru bagi pemerintah, seperti batubara, kelapa sawit, nikel, dan timah.

“Dengan adanya GovTech, semuanya berjalan dan terus disempurnakan. Ini akan membuat Indonesia lebih baik karena GovTech ini akan sangat menekan tingkat korupsi,” kata Luhut.

“Digitalisasi ini menurut saya adalah sebuah game changer. Korupsi pasti akan menurun drastis, efisiensi akan membaik, dan ini akan berpengaruh positif pada PDB. Banyak orang tidak menyadari hal ini,” tegas Luhut.

Kemudian Luhut pun memaparkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dan mencapai Net Zero Emission. Dengan memiliki Carbon Capture Storage (CCS) yang mencapai 700 gigaton, Indonesia menjadi kuat. “Menurut saya, tidak akan tercapai zero emission tanpa CCS ini,” tandas Luhut.

Selanjutnya Luhut juga menekankan bahwa inovasi harus terus berjalan untuk mencapai status negara berpendapatan tinggi. Dalam hal itu, sumber daya manusia, riset, dan teknologi menjadi kunci.

Kemenko Marves sangat mendukung kebijakan tema pembangunan RKP tahun 2025 melalui sektor infrastruktur untuk peningkatan produktivitas, SDM berdaya saing dan produktif, serta pertumbuhan ekonomi yang menciptakan lapangan kerja berkualitas guna menurunkan ketimpangan dan menciptakan produk ramah lingkungan. (riki/suteja)