Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Cegah Kasus Joget Bumbung Erotis Terulang

Oleh Editor • 12 Juni 2024 • 19:17:00 WITA

Cegah Kasus Joget Bumbung Erotis Terulang
Kadisbud Buleleng I Nyoman Wisandika. (foto/suteja)

SINGARAJA, PODIUMNEWS.com - Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng upayakan pencegahan terulangnya kembali kasus Joget Bumbung erotis yang viral di media sosial hingga memantik keriuhan di masyarakat Bali.

Untuk itu, Disbud Buleleng menggelar acara pembinaan terhadap kelian adat se-Kabupaten Buleleng dengan tema "Menjaga Warisan Adiluhung Tari Joged Bumbung Dengan Pakem yang Benar" bertempat  di Gedung Sasana Budaya, Singaraja, Rabu, (12/6/2024).

Acara yang dibuka Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Buleleng Nyoman Wisandika ini menghadirkan narasumber seniman Buleleng, Wayan Sujana dan dari Sasana kepemangkuan, Jro Mangku Ketut Wijana.

Kadis Wisandika dalam sambutannya menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk menyatukan persepsi terkait aturan-aturan yang berlaku dalam tari Joged Bumbung, agar terhindar dari kesan erotis atau senonoh.

"Terkait viralnya Joged Bumbung di media sosial, kami mengundang para kelian adat untuk menyatukan persepsi terkait aturan-aturan yang benar dan jauh dari kesan senonoh," jelas Wisandika.

Lebih lanjut, Wisandika berharap dengan adanya kerjasama dengan para kelian adat, edukasi mengenai tari Joged Bumbung yang benar dapat diberikan kepada masyarakat.

"Ke depan, jika menampilkan Joged Bumbung, kelian desa adat dapat berkoordinasi kepada pihak panitia dan sekehe joged untuk selalu mengikuti pakem-pakem yang telah ditentukan," pinta Wisandika.

Wisandika menambahkan bahwa pihaknya juga akan mengundang sanggar-sanggar tari yang ada di Buleleng untuk menyamakan persepsi terkait aturan-aturan yang berlaku. Sehingga kejadian seperti viralnya Joged Bumbung di media sosial tidak terulang kembali.

Dengan adanya acara pembinaan ini, diharapkan para kelian adat dan sanggar tari di Buleleng dapat memahami dengan baik aturan-aturan yang benar dalam tari Joged Bumbung.

“Sehingga, tari Joged Bumbung dapat dilestarikan dan ditampilkan dengan cara yang sopan dan sesuai dengan adat istiadat masyarakat Bali,” pungkas. (suteja)