11 Jenazah Terlantar RSUP Prof Ngoerah Dikremasi
BADUNG, PODIUMNEWS.com – Sebelas jenazah terlantar yang berada di RSUP Prof Ngoerah, Sanglah-Denpasar, akhirnya dikremasi.
Kremasi dilakukan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali dengan RSUP Prof Ngoerah di Perabuan Dharma Kerti Pura Dalem, Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Badung, dari tanggal 19-20 Juni 2024.
Kepala Dinsos P3A Bali Luh Ayu Aryani mengatakan bahwa kremasi terhadap 11 jenazah terlantar tersebut telah mendapatkan pembebasan. Sementara seluruh biaya kremasi ditanggung oleh Pemprov Bali.
"Di mana biaya kremasi sendiri masing-masing Rp 8, 5 juta, sepenuhnya dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali," ujarnya, Kamis (20/6/2024) di Badung.
Ia berharap dengan kremasi ini dapat menyempurnakan jenazah kembali ke Sang Pencipta, menyucikan roh/atma yang telah meninggal dunia dan mempercepat kembalinya jasad ke alam asalnya.
Sementara itu, Plt Direktur Layanan Operasional RSU Prof Ngoerah I Gst Ngurah Ketut Sukadarma membantah pemberitaan yang menyebutkan biaya kremasi tersebut menghabiskan Rp 1.9 miliar.
"Jadi Rp 1.9 miliar itu meliputi biaya penitipan jenazah di rumah sakit, tidak hanya yang 11 jenazah ini, tapi juga ada lima jenazah lain yang sebelumnya sudah diambil oleh yayasan Islam untuk di kubur.”
“Jadi itu termasuk biaya ketika mereka dirawat dan biaya penitipan jenazah karena ada yang sejak tahun 2022, dan paling banyak tahun 2023. Secara administrasi itu kan ada biayanya, sehingga estimasinya itu sekitar Rp. 1,9 miliar. Jadi Saya juga tegaskan, untuk biaya upacara kremasi saat ini itu murni sepenuhnya biaya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali," imbuhnya menjelaskan. (adhy/suteja)