Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Investor Asing Tertarik Tanam Modal di KEK Sanur

Oleh Editor • 08 Agustus 2024 • 17:46:00 WITA

Investor Asing Tertarik Tanam Modal di KEK Sanur
Menparekraf Sandiaga dalam acara UBS Round Table Discussion di Bali Beach Hotel, Rabu (7/8/2024) di Denpasar. (kemenparekraf)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa sejumalah investor asing tertarik untuk menanamkan modal mereka di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur.

Hal itu disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno saat bertemu dengan 25 investor asing dari sejumlah negara untuk membahas rencana investasi di KEK Sanur pada acara UBS Round Table Discussion di Bali Beach Hotel, Rabu (7/8/2024) di Denpasar.

Lebih lanjut, Menparekraf Sandiaga mengungkapkan bahwa Union Bank of Switzerland (UBS) menjadi salah satu bank terbesar di dunia yang membawa sekelompok investor asing untuk melihat kondisi pariwisata berbasis kesehatan di KEK Sanur ini.

“Hari ini kita bertemu 25 investor besar untuk menindaklanjuti rencana KEK wisata kesehatan di Sanur, dan minat untuk berinvestasi mereka sangat besar. Kami targetkan tahun depan sudah mulai beroperasi beberapa klinik maupun rumah sakit yang berfokus pada health tourism,” kata Sandiaga.

Sandiaga menyebutkan para investor asing dari Singapura, Hongkong, Korea, hingga Jepang sudah menyampaikan minatnya untuk mengambil beberapa plot yang akan dibangun di KEK Sanur.

“Tapi yang sudah konkret ini membuka klinik estetika dan rumah sakit besar di Sanur yang akan dimulai Maret, jadi ini sudah konkret. Kita harapkan mereka juga datang ke sini, selain untuk melihat lahan KEK seluas 44 hektare ini juga sebagai penjajakan untuk menilai potensi ekosistem di luar Sanur ini dalam mendukung pariwisata kesehatan di Bali,” terang Sandiaga. 

Sandiaga mengatakan layanan kesehatan yang diunggulkan di Bali di antaranya klinik estetika, layanan kesehatan gigi, fertility, IVF, hingga geriatri.

Untuk sasaran market pada wisata kesehatan di Bali sendiri adalah masyarakat Indonesia yang selama ini mengeluarkan biaya lebih untuk mendapat pelayan kesehatan di luar negeri. Setelah itu, sasaran market lainnya ialah masyarakat dari Australia. India, dan Malaysia.

“Harapannya sekitar Rp161 triliun yang dibelanjakan warga negara Indonesia untuk mendapatkan layanan kesehatan di luar negeri dan 2 juta warga negara Indonesia yang mendapatkan layanan kesehatan di luar negeri bisa mendapatkan layanan wisata kesehatan di Bali,” kata Sandiaga.

Sandiaga berharap KEK Sanur menjadi lokomotif dari pembangunan ekosistem pariwisata kesehatan di Bali, dan akan menjadi role model pengembangan KEK pariwisata kesehatan lainnya di Indonesia.

”Saat ini wisata medis di Bali sangat luar biasa, jadi peminatnya sangat besar,” sebut Sandiaga. (riki/suteja)