Podiumnews.com / Aktual / News

Usai Borobudur, Indonesia Bertutur Digelar di Bali

Oleh Editor • 11 Agustus 2024 • 20:22:00 WITA

Usai Borobudur, Indonesia Bertutur Digelar di Bali
Kawasan The Nusa. (dok/ITDC)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Indonesia Bertutur (INTUR) 2024, sebuah festival besar yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), akan digelar di Bali bertempat di The Nusa Dua, Badung.

Acara ini diorganisir melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, bersama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Festival Indonesia Bertutur akan berlangsung dari tanggal 14 hingga 18 Agustus 2024.

Setelah sukses diadakan di Borobudur, Yogyakarta pada tahun 2022, festival ini kali ini akan diadakan di kawasan The Nusa Dua yang dikelola oleh ITDC, bagian dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney.

Dengan tema "Subak: Harmoni dengan Pencipta, Alam, dan Sesama", festival tahun ini akan menambah semarak perayaan HUT ke-79 RI.

Peninsula Island di The Nusa Dua akan menjadi lokasi utama acara tersebut. Tema Subak menjadi panduan dan inspirasi bagi rangkaian kegiatan yang mencakup seni pertunjukan, seni rupa, film, hingga seni media.

Filosofi Subak yang diusung sarat makna yang mendalam tentang keseimbangan hubungan antara manusia, pencipta, sesama, dan alam.

Konsep ini sejalan dengan falsafah Tri Hita Karana yang diterima dan dipraktikkan oleh masyarakat Hindu Bali.

Selain itu, sistem Subak juga telah diakui sebagai Warisan budaya Dunia oleh UNESCO pada tahun 2012.

Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJouney Maya Watono mengatakan sangat mengapresiasi inisiasi Kemendikbud Ristek yang telah mempercayakan dilaksanakannya gelaran ini di destinasi yang dikelola member InJourney.

"Kami percaya bahwa INTUR 2024 akan semakin memperkuat posisi Bali sebagai destinasi utama budaya dan pariwisata. Kami berharap dukungan banyak pihak dapat melaksanakan gelaran serupa di aset kami untuk dapat mempererat hubungan antar masyarakat dan warisan budaya Indonesia yang berharga,” kata Maya Watono melalui keterangan resmi, Minggu (11/8/2024).

Sementara Direktur Utama ITDC Ari Respati juga menyambut baik kehadiran Indonesia Bertutur 2024 di Peninsula Island, The Nusa Dua.

"Kami berharap acara ini tidak hanya memperkaya pemahaman tentang budaya Indonesia bagi wisatawan dan pengunjung di kawasan The Nusa Dua. Tetapi juga memberikan dampak positif bagi komunitas seni lokal dan industri pariwisata Bali, sekaligus memeriahkan HUT ke-79 RI,” ujar Ari.

Mega festival ini, menampilkan 100 karya seni melalui delapan program utama yang dirancang untuk memberikan pengalaman mendalam dan perspektif berbeda tentang kenyataan hidup saat ini dan di masa depan.

Antara lain ANARTA, merupakan program seni pertunjukan kontemporer yang menghadirkan karya-karya produksi baru berukuran besar.

VIRAMA, sebuah pertunjukan musik yang merangkum dinamika hari ini dalam dunia musik nasional dan internasional yang dikenal oleh masyarakat dari berbagai lapisan dan daerah.

Sementara KIRANAMAYA, festival cahaya merupakan program interaktif yang hadir dalam beragam tatanan 5 karya instalasi seni cahaya dari seniman Indonesia dan luar negeri.

Festival ini menggunakan teknologi pencahayaan, interaktif dan arsitektural serta menampilkan karya dari 7 seniman projection mapping.

Selain itu, INTUR 2024 juga akan menyuguhkan berbagai kuliner yang menampilkan ragam bumbu dan cita rasa masakan nusantara.

Pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan khas Indonesia sambil menjelajah beragam kerajinan seni karya pengrajin nusantara.

Festival ini terbuka untuk umum dan tidak dikenakan biaya masuk. Acara akan dibuka setiap hari dari pukul. 10.00 - 22.00 WITA.

Pengunjung dapat memindai QR Code untuk melakukan registrasi dan mengisi data diri untuk dapat memasuki area Peninsula Island.

“ITDC mendukung penuh gelaran Indonesia Bertutur 2024 dan berkomitmen untuk memastikan acara ini sukses, memberikan pengalaman berkesan bagi semua pihak," kata Ari.

"Kami berharap ini akan menarik perhatian wisatawan, memberikan dampak positif bagi industri pariwisata Bali, serta memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai salah satu destinasi utama untuk event budaya dan pariwisata berskala nasional dan internasional,” tutup Ari. (riki/suteja)