Badung Gelontor Rp222,4 M Guna Pemerataan di Bali
MANGUPURA, PODIUMNEWS.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa menyebutkan bahwa program Badung Anglus Buana bertujuan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di Bali.
Ia mengatakan bahwa program digagas Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta ini adalah konsep berbagi untuk pemerataan pembangunan dan ekonomi di seluruh Bali.
Ia lalu menjelaskan bahwa Badung Anglus Buana bermakna Badung Berbagi, dari Badung untuk Bali.
“Hal ini sebagai komitmen Bupati Giri Prasta membantu pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat di luar Kabupaten Badung, tentunya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya, Senin (19/8/2024) di Mangupura.
Untuk program Badung Anglus Buana, pada APBD Induk 2024 ini Pemkab Badung memberikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp222,4 miliar lebih kepada empat kabupaten. Yakni Tabanan, Bangli, Jembrana dan Klungkung.
Sebab, lanjutnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung pada tahun 2024 yang mencapai Rp11 triliun berasal sebagian besar dari sektor pariwisata. Hal teresbut menurutnya, tak terlepas dari dukungan pemda kabupaten/kota lain di Bali.
“Jadi sudah sepantasnya Badung berbagi kue pariwisata kepada pemerintah daerah dan masyarakat di luar Kabupaten Badung. Baik itu berupa BKK maupun dana hibah,” terangnya.
Ia berharap melalui program tersebut dapat juga turut membantu meringankan kebutuhan masyarakat di luar Badung dengan disesuaikan karakteristik kebutuhan kabupaten/kota masing-masing. Baik itu untuk infrastruktur hingga kebutuhan adat-istiadat.
"Program ini dibenarkan oleh regulasi. Besarnya bantuan yang diberikan karena PAD Badung saat ini cukup besar,” tegasnya. Meski memberikan bantuan ke luar daerah cukup besar, Adi Arnawa memastikan program kebijakan pembangunan di dalam daerah Badung tetap menjadi prioritas utama.
Berdasarkan data dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Badung, Kabupaten Tabanan sebagai penerima BKK terbesar menggunakan bantuan ini untuk perbaikan infrastruktur.
Di antaranya, pembangunan jembatan ruas Senganan- Pemanis Kecamatan Penebel dengan nilai Rp5,7 miliar lebih, jembatan ruas Leba-Poyan Kecamatan Baturiti dengan nilai Rp7,7 miliar. Rekonstruksi jalan Penebel-Cepag Kecamatan Penebel Rp6,7 miliar lebih, rekonstruksi jalan Gadungan-Dalang Anyar Kecamatan Selemadeg Timur Rp9,5 miliar lebih, rekonstruksi jalan Gadungan-Gempinis Kecamatan Selemadeg Timur Rp2,8 miliar lebih.
Dengan bantuan dana BKK dari Badung, Pemkab Tabanan juga membangun kantor Dinas Lingkungan Hidup, kantor Prokompim, kantor BKPSDM, kantor Camat Tabanan, kantor Dinas Sosial P3A, kantor Satpol PP, kantor BPBD.
“Tabanan sendiri pada APBD Induk Tahun 2024 menerima total BKK sebesar Rp 114,2 miliar lebih,” ujarnya.
Tak jauh beda, Kabupaten Jembrana juga bisa memperbaiki sejumlah ruas jalan. Dari bantuan total Rp53,3 miliar, sebesar Rp28,5 miliar oleh Pemkab Jembrana digunakan untuk kegiatan peningkatan/rehabilitasi jalan kabupaten dan jalan akses pariwisata. Sisanya sebesar Rp25 miliar untuk penataan Gedung Kesenian Ir Soekarno.
Untuk kegiatan peningkatan jalan setidaknya ada 14 ruas jalan yang diperbaiki. Di antaranya jalan simpang Pangkung Jangu-PohSanten, Jalan Melaya-Blimbingsari dan jalan Pangkung Buluh-Peh.
Selanjutnya Kabupaten Bangli yang juga menerima BKK sebesar Rp 45,2 miliar mengarahkan sebagian untuk perbaikan jalan. Seperti jalan Bebalang-Taman Bali Rp1,4 miliar, jalan Jahem-Pembungan Rp900 juta. Ada juga pembangunan lapangan sepak bola Desa Adat Kayubihi Rp600 juta, dan terbesar untuk penataan dan pembangunan sport center Rp30,1 miliar lebih.
Selanjutnya, Kabupaten Klungkung dengan total BKK dari Badung Rp9,3 miliar lebih juga menggunakan bantuan ini untuk pembangunan infrastruktur.
Di antaranya untuk pembangunan TPST Jungutbatu (Nusa Penida) Rp6,3 miliar, pengaspalan jalan padat karya Banjar Pemenang Desa Nyalian Rp400 juta, pembangunan jalan usaha tani Subak Abian Bukit Desa Nyalian Rp20 juta, dan pembangunan kantor Desa Kutampi (Nusa Penida) Rp2,4 miliar lebih. (adi/suteja)