Podiumnews.com / Aktual / News

Bali Jadi Tempat Latihan Maritim Gabungan

Oleh Editor • 16 Februari 2025 • 21:00:00 WITA

Bali Jadi Tempat Latihan Maritim Gabungan
Pembukaan MNEK 2025 pada Minggu (16/2/2025) di Pelabuhan Benoa, Denpasar. (foto/adhy)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025 digelar di Bali dari tanggal 15–22 Februari 2025 secara resmi telah dibuka.

Kegiatan melibatkan 36 kapal perang dari 38 negara ini dibuka Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pada Minggu (16/2/2025) di Pelabuhan Benoa, Denpasar.

Sebagai tuan rumah, Penjabat (Pj) Gubernur Bali SM Mahendra Jaya menyambut baik atas terpilihnya Bali sebagai tempat penyelenggaraan kali ini.

“Sebagai tuan rumah, Bali yang merupakan destinasi wisata unggulan diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi dari penyelenggaraan MNEK 2025, terutama dalam sektor pariwisata,” ujarnya.

Sementara itu, AHY mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan latihan gabungan maritim kelima.

“Sebanyak 36 kapal perang akan terlibat dalam latihan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan terletak pada kerjasama yang baik dan kompeten untuk saling memberikan dukungan," ujarnya.

AHY berharap dengan hadirnya Kepala Staf Angkatan Laut dan Duta Besar Pertahanan dari 37 negara sahabat yang mengirimkan kapal perang dapat membangun kepercayaan dan sinergi antarbangsa.

“Dengan demikian, kita dapat menghadirkan perdamaian dan stabilitas di kawasan di tengah situasi dan dinamika geopolitik global saat ini. Saya juga berharap kegiatan ini menjadi jangkar persahabatan guna mewujudkan kawasan maritim yang semakin stabil dan aman. Untuk itu, diperlukan armada laut yang kuat, didukung oleh infrastruktur kelautan (sea port) yang juga harus kokoh," terangnya.

Sebagaimana diketahui, 5th Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025 mengusung tema "Maritime Partnership for Peace and Stability".

Fokus utama kegiatan ini adalah penanggulangan bencana alam dan bantuan kemanusiaan (Humanitarian Assistance/Disaster Relief – HA/DR), serta ancaman bersama di sektor maritim yang bersifat nonwar-fighting.

Sebanyak 38 negara berpartisipasi dengan melibatkan 19 kapal perang, 7 helikopter, dan 3 pesawat patroli maritim (MPA) dari alutsista asing. Selanjutnya ditambah TNI AL yang mengerahkan 17 KRI. (adhy/suteja)