Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Bupati Sanjaya Hadiri Ngaben Perdana di Krematorium

Oleh Podiumnews • 27 Februari 2025 • 19:59:00 WITA

Bupati Sanjaya Hadiri Ngaben Perdana di Krematorium
Pada Kamis, (27/2/2025), Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, hadiri upacara Ngaben Bersama perdana di Krematorium Jayaning Singasana Desa Adat Kota Tabanan. Upacara yang dihadiri oleh Tjokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPR RI, DPRD Provinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, serta sejumlah pejabat terkait ini, diikuti oleh 357 peserta dari Krama Desa Adat Kota Tabanan dan luar desa. Upacara ini bertujuan untuk melestarikan adat dan membantu meringankan pelaksanaan upacara yadnya masyarakat.

TABANAN,PODIUMNEWS.com – Sebagai bentuk dukungan pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap pelestarian tradisi dan budaya, serta untuk membantu meringankan pelaksanaan upacara yadnya di masyarakat, pembangunan krematorium diinisiasi oleh Bupati Tabanan bersama Desa Adat Kota Tabanan.

Upacara Ngaben Bersama perdana di Krematorium Jayaning Singasana Desa Adat Kota Tabanan berlangsung pada Kamis (27/2/2025) dan dihadiri oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, beserta Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga.

Dalam acara yang mencakup upacara Nunas tirta pengulapan dan ngeringkes, hadir pula Tjokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPR RI, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta anggota, serta Sekda dan Pimpinan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Bupati Sanjaya memberikan apresiasi kepada Bendesa dan Krama Adat Kota Tabanan yang telah menyelenggarakan upacara yadnya ini dengan luar biasa.

“Luar biasa, niki perdana, luar biasa begini ramainya, nanti berikutnya bisa ribuan. Ini perdana sudah dirasakan betapa antusiasnya krama ketika melaksanakan yadnya,” ungkap Sanjaya.

Upacara Pitra Yadnya diikuti oleh total 357 sawa, terdiri dari 171 peserta Ngaben dan Ngerorasin, 62 peserta Ngelangkir/Ngelungah, serta 118 peserta Warak Kruron. Selain dari Desa Adat Kota Tabanan, peserta juga berasal dari luar desa tersebut. Sanjaya mengapresiasi tinggi semangat gotong-royong krama dalam melaksanakan upacara yadnya ini.

“Karena yang namanya ngaben bukan hanya ngaben saja tetapi ada upacara Ngelangkir, ngerorasin, warak kruron macem-macem, nike tiang yakin tokoh-tokoh agama kita sudah hebat-hebat, tiang yakin bisa mengkonsepkan, sehingga betul-betul Nangun Sat Kerti Loka Bali bisa kita jalankan dengan baik,” tambah Politisi asal Dauh Pala tersebut.

Bendesa Adat Kota Tabanan, I Made Suardika, mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran dan dukungan yang diberikan oleh Bupati Tabanan beserta jajaran dalam pelaksanaan yadnya, khususnya pembangunan krematorium di Desa Adat Kota Tabanan.

“Niki program ring desa adat kota Tabanan, kesarengin ring program Bapak Bupati. Niki sangat luar biasa untuk desa kita Desa Adat Kota Tabanan,” ujar Suardika.

Ia juga merasa bersyukur krematorium ini dapat diwujudkan, yang diharapkan dapat meringankan beban warga.

Dalam laporannya, Suardika menyebutkan biaya upacara Ngaben dan Ngerorasin sebesar Rp 1.500.000 untuk Ngaben dan Rp 750.000 untuk Ngerorasin, dengan total 186 sawa yang ikut serta. Upacara Ngelangkir diikuti oleh 43 sawa, sementara 18 sawa mengikuti Ngelungah, dan 133 sawa mengikuti Warak Kruron dengan biaya Rp 500.000 masing-masing peserta.

Upacara ini dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Ananda Prateka Dukuh Prabu dari Griya Pangkung Prabu dan Ida Pedanda Gede Putu Oka Mas dari Griya Tengan Dangin Carik. (fathur)