Gubernur Koster Fokus Bangun Infrastruktur Ramah Lingkungan
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas infrastruktur serta transportasi di Bali yang ramah lingkungan.
Dalam berbagai kebijakan yang dijalankannya, Koster mengutamakan pembangunan yang tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, namun juga berkelanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan.
"Saya berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur yang tidak hanya meningkatkan konektivitas antar wilayah, tetapi juga mendukung program-program yang ramah lingkungan," ungkap Koster, Rabu (5/3/2025).
Dalam periode pertama kepemimpinannya, Koster telah memulai sejumlah proyek besar untuk menghubungkan antar kota/kabupaten se-Bali.
Peningkatan infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus utama. Hal ini bertujuan untuk memperlancar arus lalu lintas, baik untuk masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata.
"Meningkatkan infrastruktur jalan antar kota/kabupaten sangat penting untuk mengurangi waktu tempuh dan meningkatkan efektivitas transportasi di Bali," jelas Koster.
Tak hanya jalan, pengembangan pelabuhan juga menjadi perhatian serius Koster.
Dalam rangka memperkuat sektor pariwisata dan perekonomian Bali, pelabuhan Sangsit di Buleleng dan pelabuhan Amed di Karangasem sedang diperbaiki dan dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas dan pelayanan.
Selain itu, pembangunan pelabuhan baru di Kusamba, Klungkung, menjadi bagian dari rencana besar Koster untuk menciptakan kawasan terpadu yang memudahkan konektivitas antar pulau.
"Dengan adanya pelabuhan yang lebih baik dan lebih banyak, diharapkan Bali akan semakin terhubung dengan daerah lain, baik di dalam negeri maupun luar negeri," tambahnya.
Koster juga memfokuskan kebijakan pada integrasi sistem transportasi yang menghubungkan darat, laut, dan udara. Ia meyakini, dengan adanya sinergi antar moda transportasi ini, mobilitas masyarakat dan wisatawan akan lebih efisien, mempercepat waktu tempuh, dan mengurangi ketergantungan pada satu jenis transportasi saja.
"Kami berupaya membangun Bali dengan sistem transportasi yang saling terhubung, sehingga siapapun bisa berpindah dengan mudah antar wilayah di Bali menggunakan berbagai moda transportasi," jelas Koster.
Untuk menjaga kualitas udara dan mengurangi polusi, Koster juga berencana mempercepat penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Bali.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menjadikan Bali sebagai provinsi yang ramah lingkungan.
"Bali harus menjadi contoh bagi provinsi lain dalam hal penggunaan kendaraan listrik. Kami ingin mengurangi emisi karbon dan memberikan solusi terhadap masalah polusi udara," tegas Koster.
Kebijakan ini tidak hanya mendukung program pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang bagi sektor industri dan teknologi ramah lingkungan di Bali.
Namun, di balik upaya tersebut, masalah kemacetan lalu lintas tetap menjadi tantangan besar. Di beberapa kawasan, terutama di area wisata utama seperti Denpasar dan Badung, kemacetan sering kali terjadi pada jam-jam sibuk.
Untuk itu, Koster merencanakan pembangunan jalan tol baru yang menghubungkan Gilimanuk dengan Mengwi, yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan di beberapa titik krusial.
"Kemacetan menjadi masalah utama di Bali, terutama saat musim liburan. Oleh karena itu, kami tengah mengupayakan jalan tol dan pengembangan infrastruktur lainnya untuk mengatasi masalah ini," tambah Koster.
Dengan berbagai kebijakan yang diluncurkan, Gubernur Wayan Koster tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur yang canggih dan modern, namun juga memastikan agar semua proyek tersebut tetap ramah lingkungan dan berkelanjutan.
"Pembangunan Bali harus memperhatikan aspek keberlanjutan, agar generasi mendatang juga dapat menikmati Bali yang indah dan sejahtera," tutupnya. (fathur)