Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Proyek Marina Kura Kura Bali Utamakan Keselamatan

Oleh Editor • 07 Maret 2025 • 21:30:00 WITA

Proyek Marina Kura Kura Bali Utamakan Keselamatan
Pemasangan rambu-rambu di lokasi proyek Marina Internasional di KEK Kura Kura Bali, Denpasar, pada Kamis (6/3/2025). (foto/btid)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – PT Bali Turtle Island Development (BTID) memastikan bahwa pembangunan Marina Internasional di KEK Kura Kura Bali akan mengutamakan aspek keselamatan dan lingkungan.

Demikian disampaikan Head of Communications PT BTID, Zakki Hakim, Kamis (6/3/2025) di Denpasar. 

Untuk memastikan hal itu, kata Zakki, BTID telah berkoordinasi dengan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Polairud dan Satpol PP Provinsi Bali.

“Mereka akan turun langsung mendukung pengawasan selama satu bulan ke depan dalam bentuk sosialisasi kepada masyarakat dan pendampingan dalam pemasangan rambu-rambu peringatan di darat dan di laut,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pendampingan pemasangan rambu-rambu peringatan darat dan laut ini dilakukan guna memastikan seluruh aktivitas konstruksi infrastruktur marina di area proyek berjalan aman dan tertib sesuai regulasi, dan tidak mengganggu keamanan serta keselamatan bagi masyarakat yang melintas.

"Keamanan dan keselamatan bukan sekedar formalitas! Menindaklanjuti pelepasan pelampung pada Senin lalu, hari ini, 6 Maret 2025, BTID (KEK Kura Kura Bali) bersama instansi terkait resmi memasang rambu-rambu peringatan keamanan dan keselamatan di lokasi proyek infrastruktur Marina Internasional," tegas Zakki.

Ia mengatakan, sesuai anjuran dan arahan dari instansi yang berwenang, pemasangan ini disaksikan langsung oleh perwakilan dari berbagai instansi. Hal ini menegaskan komitmen bersama dalam memastikan seluruh aktivitas di kawasan berjalan lancar dan sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku.

Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Putu Sumardiana menjelaskan bahwa rambu-rambu peringatan laut dan darat ini bukan hanya sekedar prosedur standar. Namun juga agar semua pihak semakin memahami pentingnya keamanan dan keselamatan di sekitar proyek, dan tetap dapat menjalankan aktivitasnya dengan nyaman tanpa insiden atau kecelakaan kerja. 

“Perlu diingat, penanda peringatan keamanan ini fungsinya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, nelayan di Serangan, bahwa kondisi di area ini harus hati-hati. Lokasi ini cukup curam juga, ada palung dan sebagainya. Maka untuk keselamatan nelayan, ada penanda ini,” ujarnya saat meninjau lokasi.

Selain itu, tambah Sumardiana, keberadaan rambu-rambu ini juga membantu memitigasi risiko di area konstruksi dan memastikan lingkungan kerja tetap aman bagi semua. 

“Pentingnya ada tanda rambu rambu dipasang di sini, untuk memberi peringatan bahwa areal ini cukup berbahaya,” imbuhnya. 

Sedang terkait sosialisasi terhadap warga sekitar? Zakki mengatakan BTID  juga telah menjalin komunikasi dengan kelompok masyarakat yang merupakan bagian dari 13 kelompok nelayan dan mewakili sekitar 400 nelayan pesisir, laut lepas, terumbu karang, dan rumput laut.

Semua pihak yang ditemui, termasuk semua Kepala Lingkungan (Kaling) Desa Serangan dan perwakilan kelompok nelayan, memahami pentingnya keamanan dan keselamatan selama proses konstruksi marina internasional.

“Nelayan Serangan selama ini mereka tetap dapat mengakses mayoritas dari sekitar 20 km total garis pantai Pulau Serangan, termasuk area KEK Kura Kura Bali,” terangnya.

Di sisi lain, ia menambahkan bahwa KEK Kura Kura Bali akan menghadirkan infrastruktur maritim internasional yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Pembangunan ini juga akan berdampak positif bagi perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat sektor pariwisata berkualitas di Bali dan Indonesia," kata Zakki. (isu)