Koster Tindak Pasar Galiran Jual Endek Palsu
KLUNGKUNG, PODIUMNEWS.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, tidak tinggal diam melihat fenomena kain endek Bali yang kini banyak diproduksi secara massal dan dicetak dengan teknologi printing.
Melalui regulasi yang telah diterbitkan, Koster menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian kain endek tenunan asli Bali. Namun, ia merasa kecewa karena regulasi tersebut justru dimanfaatkan oleh pihak luar, bukan oleh penenun endek Bali atau UMKM lokal.
Hal ini menjadi sorotan utama Gubernur Koster terhadap Pasar Galiran Klungkung, yang dianggap menjual endek hasil produksi pabrik dari luar Bali.
"Pasar Galiran itu, tolong di cek ya, karena banyak endek yang printing dari luar. Bukan endek yang dihasilkan penenun dari Bali. Tolong nanti Bupati (Made Satria) cek ke lokasi," tegas Koster, Sabtu (8/3/2025).
Koster juga menekankan kepada Bupati Klungkung untuk segera turun tangan dan menindak tegas jika menemukan penjualan endek palsu.
Ia menegaskan bahwa kelestarian budaya dan kesejahteraan para penenun endek Bali harus menjadi prioritas utama.
“Bukan penenun endek Bali yang sejahtera masa orang lain. Yang begini-begini harus ditindak dan ditangani tegas oleh Bupati,” ujarnya dengan penuh semangat.
Menurut Gubernur Koster, jika pemerintah daerah tidak bertindak, siapa lagi yang akan menjaga kepentingan rakyat Bali, khususnya para penenun dan pelaku UMKM lokal. Regulasi yang sudah diterbitkan harus ditegakkan agar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Bali, bukan orang luar yang mengambil keuntungan.
"Harus kerja dengan serius urus rakyat, konsisten, lascarya (tulus, ikhlas), tegas dan fokus," tambahnya.
Koster juga mengingatkan bahwa melalui Pergub Bali nomor 79 tahun 2018 dan Surat Edaran Gubernur Bali nomor 4 tahun 2021, penggunaan kain endek Bali kini menjadi kewajiban di berbagai instansi pemerintah, swasta, dan lembaga lainnya setiap hari Selasa.
Endek Bali bahkan sering dipakai dalam acara penting baik di tingkat nasional maupun internasional yang digelar di Bali.
Koster berkomitmen untuk menjaga kelestarian endek Bali agar tetap menjadi simbol kebudayaan yang tak hanya dihargai di Bali, tetapi juga di dunia internasional. (fathur)