Bedah Buku Investasi Hati, Menuai Banyak Apresiasi
JOGJA, podiumnews.com - Bedah buku Investasi Hati milik Bupati Tabanan dibuka secara resmi oleh Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono, berlangsung atraktif dibawah panduan moderator Bayu Setiono, presenter berita Kompas TV.
Hadir juga dalam kesempatan itu, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tabanan di bawah pimpinan Sekda Kabupaten Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Tabanan, serta para akademisi baik dosen maupun mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta.
Sedangkan narasumbernya terdiri dari Dosen FISIP UGM Dr Arie Sujito, S.Sos, M.Si; Direktur INDEF Dr. Enny Sri Hartati; Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM Drs. Dumairy, M.A. Sementara para pemrasaran antara lain Rektor Janabadra Ir Cungki Kusdarjito, Ph.D; Direktur IRE DIY Sunaji Zamroni, M.Si; LSM IDEA DIY Wasingatu Zakiyah, S.H, M.H.
Berbagai tanggapan maupun masukan dengan berbagai perspektif terkait buku yang muncul atas inisatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tersebut berdatangan dari peserta diskusi.
Apresiasi positif juga tidak sedikit mengingat isi buku itu menguraikan perjalanan seorang Ni Putu Eka Wiryastuti hingga akhirnya menjabat bupati dan melayani masyarakat.
Salah satunya dari Prof Ir Panut Mulyono. Dia berharap, kehadiran biografi Bupati Eka bisa bermanfaat dan menjadi motivasi daerah lainnya. Mengingat tugas utama kepala daerah adalah bagaimana mensejahterakan masyarakat di daerah yang dipimpin.
“Inovasi perlu dikembangkan di daerah dan tentunya harus mengacu pada tatanan nilai dan aturan yang sudah disepakati serta tetap berbasis pada ideologi Pancasila,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Karena itu, sambung dia, kisah sukses yang dibukukan Bupati Eka diharapkan bisa memberi motivasi bagi banyak pihak, terutama para mahasiswa yang berpotensi sebagai calon pemimpin masa depan.
“Semoga bisa memberi manfaat. Terlebih salah satu bahasannya tentang ekonomi kerakyatan. Kerakyatan itu sendiri erat kaitannya dengan UGM. Karena identitas UGM adalah universitas kerakyatan, universitas Pancasila, universitas nasional, dan universitas yang berbasis kebudayaan,” tegasnya. (KP-TIM)