Cuaca Ekstrem Guncang Kasanga: Festival Ogoh-ogoh Tak Gentar!
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Meski sempat diwarnai cuaca buruk yang memaksa perubahan lokasi penutupan, Kasanga Festival 2025 di Denpasar sukses digelar. Festival yang menjadi wadah kreativitas yowana (generasi muda) dalam seni ogoh-ogoh ini resmi ditutup oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dengan pemasangan Tapel Catur Muka di Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang, Minggu (23/3/2025).
Sejak awal, perhelatan Kasanga Festival 2025 telah dinanti dengan antusiasme tinggi. Ribuan warga Denpasar memadati lokasi festival untuk menyaksikan karya-karya terbaik dari sekaa teruna (STT) se-Kota Denpasar. Namun, cuaca yang tidak bersahabat, dengan hujan deras dan angin kencang, sempat membayangi jalannya acara. Puncaknya, panitia terpaksa memindahkan lokasi penutupan dari Lapangan Puputan Badung ke Gedung Dharma Negara Alaya demi keamanan dan kenyamanan peserta serta pengunjung.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini," ujar Anak Agung Made Angga Harta Yana, Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, saat menyampaikan sambutan. "Kondisi cuaca yang tidak memungkinkan membuat kami harus mengambil keputusan ini. Namun, kami bersyukur acara tetap berjalan lancar dan meriah."
Meski lokasi penutupan dipindahkan, semangat para peserta dan antusiasme penonton tidak surut. Festival ini tetap menjadi ajang unjuk gigi kreativitas yowana Denpasar dalam melestarikan seni ogoh-ogoh. Seperti diketahui, ogoh-ogoh, boneka raksasa yang diarak keliling desa sebelum Hari Nyepi, merupakan salah satu tradisi unik Bali yang menjadi daya tarik tersendiri.
Dalam sambutannya, Walikota Jaya Negara mengapresiasi kerja keras para peserta dan mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba. Ia berharap Kasanga Festival dapat terus menjadi bagian dari pembangunan berbasis budaya di Kota Denpasar.
"Festival ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga ruang ekspresi bagi para kreator ogoh-ogoh untuk mengedepankan nilai Satyam Siwam Sundharam, yakni Etika, Logika, dan Estetika," ujarnya.
Kasanga Festival 2025 melombakan berbagai kategori, mulai dari ogoh-ogoh besar, ogoh-ogoh mini (mesin dan non-mesin), sketsa ogoh-ogoh, hingga baleganjur. Untuk kategori ogoh-ogoh besar, ST. Canti Graha dari Banjar Tengah Sesetan berhasil meraih juara pertama, diikuti oleh ST. Putra Dharma Canti dari Banjar Jaba Tengah Pemogan dan ST. Dharma Citta dari Banjar Abiankapas Tengah sebagai juara kedua dan ketiga.
"Kami sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian ini," ujar salah satu anggota ST. Canti Graha. "Kami telah mempersiapkan ogoh-ogoh ini selama berbulan-bulan, dan penghargaan ini menjadi bukti kerja keras kami."
Selain kategori ogoh-ogoh, festival ini juga menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya lainnya, seperti lomba baleganjur yang diikuti oleh sekaa teruna dari berbagai banjar di Denpasar. Meski sempat terganggu cuaca, Kasanga Festival 2025 tetap sukses menjadi ajang kreativitas dan pelestarian budaya bagi generasi muda Denpasar. (fathur/suteja)