Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Dari Sunyi Bali, Dunia Belajar Tentang Harmoni

Oleh Editor • 29 Maret 2025 • 16:18:00 WITA

Dari Sunyi Bali, Dunia Belajar Tentang Harmoni
Ilustrasi suasana kesunyian di Bali saat Nyepi. (podiumnews)

KETIKA senja merayap dan rembang petang tiba, Pulau Dewata seolah memasuki dunia lain. Bukan hingar-bingar turis, bukan deru kendaraan, melainkan keheningan pekat yang memeluk setiap sudut pulau. Itulah Nyepi, ritual sakral umat Hindu Bali, sebuah "simfoni keheningan" yang kini menggema, tak hanya di Bali, tetapi di hati mereka yang peduli pada nasib bumi.

Di tengah badai krisis iklim yang merobek-robek jubah hijau bumi, Bali tampil dengan kearifannya. Nyepi, dengan Catur Brata Penyepian-nya, bukan sekadar pantangan, melainkan bahasa universal tentang harmoni. Amati geni, api yang tak dinyalakan, adalah metafora pengendalian diri. Amati karya, kerja yang dihentikan, simbol kesederhanaan. Amati lelungan, perjalanan yang terhenti, ajakan untuk introspeksi. Dan amati lelanguan, kesenangan yang diredam, jalan menuju kedamaian batin.

"Nyepi adalah napas bumi yang kita beri kesempatan untuk beristirahat," ujar seorang pemangku adat di Ubud, suaranya pelan, seolah takut memecah kesunyian. "Ini adalah cara kami membayar utang pada alam, pada Sang Hyang Widhi."

Di balik kesunyian ini, ada kekuatan dahsyat masyarakat adat. Desa adat, dengan pararem (aturan) yang mengikat, menjadi benteng tradisi. Pecalang, dengan obor bambu di tangan, bukan sekadar penjaga keamanan, melainkan penjaga jiwa Nyepi. Mereka berjalan dalam senyap, memastikan tak ada pelanggaran, bahwa keheningan tetap sakral.

Para pemimpin daerah pun tak tinggal diam. Walikota Jaya Negara, dengan suara tegas, menyerukan penghormatan pada tradisi. Bupati Sanjaya, dalam nada yang lebih puitis, mengajak semua untuk merenungkan hubungan dengan alam. Mereka menyadari, Nyepi bukan sekadar ritual, melainkan seruan aksi.

"Kita tak bisa lagi berpura-pura tuli pada jeritan bumi," kata Sanjaya, dalam sebuah kesempatan, "Nyepi adalah cara kita ikut menyuarakan kepedulian."

Ketika dunia mencari jalan keluar dari krisis iklim, Nyepi menawarkan inspirasi. Pengurangan emisi karbon yang drastis selama Nyepi adalah bukti nyata bahwa tindakan kolektif bisa membawa perubahan. Lebih dari itu, Nyepi adalah pengingat bahwa kearifan lokal, warisan leluhur, bisa menjadi kompas di tengah badai modernitas.

Di pulau yang sunyi ini, di tengah keheningan yang memukau, Bali mengirim pesan pada dunia: bahwa harmoni antara manusia dan alam bukan sekadar mimpi, melainkan kemungkinan yang nyata.

(isu/suteja)