"Senyap subuh menyelimuti kota. Jejak pesta semalam menanti. Para penjaga kota beraksi, menyapu kenangan, menyiapkan Denpasar untuk heningnya Nyepi."
MATAHARI belum sempurna merekah di ufuk timur, Sabtu (29/3/2025). Jalanan Kota Denpasar, yang semalam riuh rendah oleh pawai ogoh-ogoh, kini berselimutkan sunyi. Namun, di tengah kesunyian itu, lampu-lampu oranye menyala, mengantarkan para pahlawan kebersihan Kota Denpasar menjalankan tugasnya.
"Sisa-sisa pesta semalam, harus segera bersih. Catur Bratha Penyepian sebentar lagi," ujar Ida Bagus Putra Wirabawa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, dengan suara serak, Minggu (30/3/2025). Di wajahnya, tampak guratan lelah setelah semalaman memantau ribuan petugasnya beraksi.
Malam pengerupukan, semalam sebelum Nyepi, adalah malam "perang" bagi mereka. Bukan perang melawan raksasa, tetapi perang melawan timbunan sampah. Sisa ogoh-ogoh, bungkus makanan, dan aneka sampah upacara, menggunung di setiap sudut kota.
"Delapan puluh sampai seratus ton, meningkat dari hari biasa," kata Gustra, sapaan akrabnya, menyebut angka fantastis. Di balik angka itu, tersembunyi kerja keras 1.200 petugas kebersihan, 25 truk, dan 8 "Moci" (Motor Cikar) yang menyisir setiap jengkal jalanan.
Mereka bukan sekadar tukang sapu. Mereka adalah penjaga kesucian Nyepi. Mereka memastikan, saat matahari terbit sempurna, Denpasar telah bersih dan siap menyambut hari raya.
"Sampah ogoh-ogoh, langsung kami kirim ke Setra Badung untuk diritualkan," lanjut Gustra, menjelaskan prosesi khusus untuk sisa-sisa karya seni itu.
Di tengah kesibukan, Gustra menyempatkan diri mengimbau warga. "Pilahlah sampah dari rumah. Organik dan anorganik dipisah. Buanglah sampah sesuai jadwal. Ini Denpasar kita, mari kita jaga bersama."
Peraturan Walikota Denpasar Nomor 11 Tahun 2016 pun kembali ia ingatkan. "Jangan buang sampah sembarangan. Ada aturan yang harus kita patuhi," katanya, dengan nada penuh harap.
Subuh itu, Denpasar menyapu kenangan pesta semalam. Di balik lelah para petugas kebersihan, terhampar harapan akan kota yang bersih dan suci, menyambut Nyepi dengan khidmat. (fathur/suteja)
Baca juga:
Melukis Laksana Menyanyi, Meletakkan Warna Laksana Menari