Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Bupati Badung Resmikan Balai Budaya Senilai Rp 388 Miliar

Oleh Podiumnews • 15 September 2019 • 20:06:03 WITA

Bupati Badung Resmikan Balai Budaya Senilai Rp 388 Miliar
Bupati Badung Nyoman Giri Prasta bersama Wabup Ketut Suiasa, Sabtu (14/9) lalu, meresmikan Taman Nandiswara yang ditandai penandatanganan prasasti.(Foto: Istimewa)

BADUNG, PODIUMNEWS.com - Bertepatan dengan Purnama Sasih Katiga, pada Sabtu (14/9) kemarin, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup Ketut Suiasa meresmikan Balai Budaya Giri Nata Mandala dan Taman Nandiswara.

Peresmian ditandai dengan pelepasan panah serta penandatanganan prasasti.

Peresmian proyek senilai Rp 368 miliar dan Rp 25 miliar lebih ini dihadiri pula mantan bupati sebelumnya, yakni I Gusti Bagus Alit Putra dan AA Gde Agung. Hadir juga mantan Sekda Badung Wayan Subawa dan Kompyang R. Swandika.

Selain itu dihadiri juga Kapolres Badung Yudith Satriya Hananta, Kepala Kejaksaan Negeri Badung Sunarko, Wakil Ketua DPRD Badung Made Sunarta dan anggota, serta ratusan undangan lainnya.

Usai melakukan persembahyangan bersama seusai pamelaspasan yang dipuput sembilan sulinggih Siwa-Buddha, Bupati dan undangan lainnya memasuki gedung budaya berkapasitas 2.500 penonton dengan disambut Celekontong Mas.

Dipentaskan pula Tari Sekar Jepun dan Giri Jaya Wisesa sebagai tari maskot Badung.

Kadis PUPR Badung selaku pimpinan proyek melaporkan, anggaran yang dihabiskan untuk pembangunan balai budaya ini mencapai Rp 388.187.646.000.

“Biaya ini meliputi pembangunan gedung beserta interior Rp 362.687.646.000, serta penataan halaman dan pengadaan patung lembu Rp 25,5 miliar," sebutnya.

Bangunan Balai Budaya Giri Nata Mandala ini, kata Surya Suamba, dirancang dengan eksterior arsitektur Bali bebadungan konsep Tri Angga. Penataan ruang memadukan konsep tradisional Bali dan modern dengan perpaduan interior Bali modern dengan patra atau ornamen tradisional Bali.

Menurutnya, balai budaya ini dibangun sebagai wadah untuk meningkatkan kreativitas seniman Bali dan Badung khususnya yang dilengkapi dengan peralatan modern berupa sound system atau tata suara, lighting atau tata cahaya, led screen outdoor dan back ground led screen indoor, setra lift panggung.

Balai budaya ini dibangun di atas lahan seluas 18.441 meter persegi dengan kapasitas 2.500 orang untuk indoor. “Balai budaya juga memiliki fasilitas open stage dengan kapasitas sepuluh ribu orang," katanya.

Tak hanya itu, balai budaya ini juga dilengkapi dengan fasilitas ruang transit VIP, ruang persiapan artis umum dan VIP, cafetaria, ruang eksibisi atau pameran, klinik kesehatan dan laktasi, mushola, smoking room di setiap lantai, 8 toilet laki-laki dengan 16 closet 24 urinoir, 8 toilet wanita dengan 36 closet, 4 toilet difabel, satu lift orang bagi tamu VIP dan difabel serta 2 lift barang, ruang manajemen gedung serta ruang rapat umum dan VIP.

Adapun fasilitas lainnya, yakni parkir VIP dan artis di basemen dengan kapasitas 4 truk, 33 mobil dan 150 sepeda motor serta fasilitas parkir pengunjung di sekitar gedung dengan kapasitas 362 kendaraan.

Daya listrik PLN yang tersedia 315 KVA digunakan untuk listrik operasional gedung dan genset 2.000 KVA digunakan saat pertunjukan berlangsung.

Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya menegaskan, Badung dengan PPNSB-nya meletakkan program agama, adat dan budaya di dalamnya.

“Di sinilah balai budaya ini sangat diperlukan terutama untuk pementasan kesenian maupun pentas kreativitas budaya oleh masyarakat,” katanya.

Balai budaya ini, tegas Bupati asal Pelaga Petang tersebut, tak berhenti sampai di sini. Di tempat ini juga akan dibangun tempat pameran bagi berbagai produk UMKM Badung serta fasilitas lainnya.

“Ruang pameran atau eksibishi ini memberikan kesempatan pelaku usaha untuk memperkenalkan dan memperjualbelikan produk-produknya. Fasilitas ini menjadi tempat pemasaran produk UMKM,” terangnya.

Giri Prasta optimis, balai budaya ini akan menjadi sumber pendapatan alternative bagi Pemkab Badung. Selain pementasan atau pagelaran seni, tempat ini juga akan digunakan untuk fasilitas MICE untuk skala lokal, nasional maupun internasional.

Untuk ini, Giri Prasta berencana membentuk badan pengelola. “Badan pengelola sudah siap, karena kami sudah siap dengan sumber daya manusia (SDM),” ujarnya.

Menurutnya penyelenggaraan berbagai event nasional maupun internasional sangat tepat digelar di tempat ini. Sebab didukung infrastruktur akses jalan yang sangat baik serta fasilitas parkir yang memadai.

“Dengan fasilitas ini, balai budaya sangat layak untuk penyelenggaraan event-event nasional maupun internasional,” tutupnya.

Seusai memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan tari inagurasi. Salah satu penari menjemput Bupati untuk melepas anak panah serta penandatanganan prasasti sebagai pertanda balai budaya tersebut  diresmikan. (RIS/PDN)