Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Hormati Leluhur, Desa Selat Gelar Yadnya

Oleh Podiumnews • 07 April 2025 • 17:14:00 WITA

Hormati Leluhur, Desa Selat Gelar Yadnya
Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya dan Atma Wedana Desa Adat Selat, di Lapangan Serbaguna Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Minggu (6/4/2025). (Foto: Dewa)

BADUG, PODIUMNEWS.com -  Di tengah hiruk-pikuk Bali sebagai destinasi wisata dunia, Desa Adat Selat menggelar ritual sakral: Pitra Yadnya dan Atma Wedana.

Bukan sekadar upacara adat, ini adalah manifestasi bakti kepada leluhur, pengingat akan akar budaya yang mengikat masyarakat Hindu Bali.

"Ini adalah wujud ungkapan terima kasih kita kepada leluhur," ujar Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Minggu (6/4/2025), di Lapangan Serbaguna Desa Selat.

Kalimat itu bukan sekadar formalitas. Ia merangkum esensi upacara yang diikuti 14 peserta dari desa tersebut.

Pitra Yadnya dan Atma Wedana, bagi masyarakat Bali, adalah jalan spiritual. Sebuah prosesi yang bukan hanya membersihkan arwah leluhur, tetapi juga menyucikan batin yang hidup.

Lebih dari itu, upacara ini adalah medium komunikasi, penghubung generasi kini dengan masa lalu.

"Melalui kegiatan ini, semoga kita selalu dianugerahi kesehatan, kerahayuan, dan upacara ini berjalan lancar labda karya," lanjut Adi Arnawa. 

Kata-kata bupati itu, bak mantra, mengamini harapan masyarakat. Sebuah doa, agar harmoni antara manusia, alam, dan leluhur tetap terjaga.

Prosesi upacara, yang dimulai sejak 19 Maret, bukan perjalanan singkat. Matur piuning, nyukat genah, nanceb surya, dan puncak karya, adalah rangkaian ritual yang sarat makna.

Masyarakat Desa Adat Selat, dengan swadaya, memikul beban biaya. Ini bukan sekadar urusan materi, tetapi juga bentuk pengabdian.

Di era globalisasi, ketika budaya asing menggerus tradisi lokal, upacara ini menjadi oase. Desa Adat Selat, dengan Pitra Yadnya dan Atma Wedana, mengirim pesan: warisan leluhur adalah identitas, yang tak boleh lekang oleh waktu. (fathur)