Kertagosa, Saksi Bisu Keagungan Hukum Bali Kuno
TEPAT di jantung Kabupaten Klungkung, berdiri megah sebuah bangunan bersejarah yang sarat akan cerita kejayaan dan kearifan hukum Bali di masa lampau yakni Kertagosa.
Lebih dari sekadar peninggalan arsitektur, Kertagosa adalah representasi visual dari puncak kekuasaan dan sistem peradilan Kerajaan Gelgel, yang kemudian dilanjutkan oleh Dewa Agung di Klungkung.
Memasuki kompleks Kertagosa, mata pengunjung akan langsung tertuju pada Bale Kerta, sebuah bangunan terbuka berbentuk persegi panjang yang dikelilingi oleh kolam ikan yang tenang. Atapnya yang bertingkat, khas arsitektur Bali, dihiasi dengan lukisan-lukisan Kamasan yang memukau.
Namun, keindahan visual ini menyimpan makna yang jauh lebih dalam. Lukisan-lukisan tersebut bukan sekadar ornamen, melainkan representasi visual dari hukum karma dan reinkarnasi, menjadi pengingat bagi para hakim dan saksi akan konsekuensi perbuatan baik dan buruk.
Pada masa kejayaannya, Bale Kerta berfungsi sebagai mahkamah agung kerajaan. Di sinilah para raja dan penasihat kerajaan mengadili berbagai perkara penting, mulai dari sengketa tanah hingga pelanggaran adat dan agama.
Suasana khidmat dan sakral terasa begitu kuat, membayangkan bagaimana keputusan-keputusan penting yang memengaruhi kehidupan masyarakat Bali pada masa itu diambil di tempat ini.
Selain Bale Kerta, terdapat pula Bale Agung, yang dulunya digunakan sebagai tempat pertemuan penting kerajaan.
Bangunan ini juga memiliki arsitektur yang indah dengan ukiran-ukiran khas Bali yang detail dan rumit, menceritakan kisah-kisah mitologi dan ajaran Hindu.
Kertagosa bukan hanya menjadi pusat peradilan, tetapi juga simbol dari otoritas dan legitimasi kekuasaan raja-raja Klungkung.
Keberadaannya menunjukkan betapa pentingnya penegakan hukum dan keadilan dalam tatanan masyarakat Bali kuno.
Sistem hukum yang diterapkan di Kertagosa diyakini bersumber dari nilai-nilai agama dan adat yang dihormati, menciptakan harmoni dan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat.
Seiring berjalannya waktu, fungsi utama Kertagosa sebagai pengadilan kerajaan memang telah berakhir.
Namun, warisan nilai-nilai keadilan dan kearifan yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan relevan hingga kini. Kertagosa kini menjadi destinasi wisata budaya yang penting, menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia untuk menyaksikan keindahan arsitektur dan memahami filosofi hukum Bali kuno.
Melalui Kertagosa, kita dapat menelusuri jejak peradaban Bali yang kaya dan kompleks. Bangunan ini menjadi pengingat akan pentingnya hukum, keadilan, dan nilai-nilai luhur dalam membangun masyarakat yang harmonis.
Kunjungan ke Kertagosa bukan sekadar melihat bangunan bersejarah, tetapi juga merenungkan tentang kearifan masa lalu yang masih relevan untuk masa kini dan masa depan. Kertagosa adalah jendela menuju jiwa dan kebijaksanaan Bali. (fathur)