Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Putri Koster Ingin Ukir Legacy di Dekranasda Bali

Oleh Editor • 30 April 2025 • 18:31:00 WITA

Putri Koster Ingin Ukir Legacy di Dekranasda Bali
Ketua Dekranasda Bali, Putri Koster saat acara Fashion Show "Wastra Dibya Saswata" pada Semarapura Festival ke-7 di Klungkung (28/4/2025). (foto/isu)

KLUNGKUNG, PODIUMNEWS.com - Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Suastini Koster mengungkapkan ambisinya untuk meninggalkan warisan (legacy) yang signifikan selama masa kepemimpinannya.

Dalam acara Fashion Show "Wastra Dibya Saswata" pada Semarapura Festival ke-7 di Klungkung (28/4/2025), ia menegaskan komitmennya untuk mengontrol, mengawasi, dan mengembangkan kerajinan Bali, termasuk kain tenun tradisional, agar lestari dan berdaya saing.  

"Saya di lima tahun ke depan ini ingin punya legacy di Dekranasda Bali. Kita ingin mengontrol atau mengawasi perkembangan, kemajuan kerajinan yang ada di Bali, termasuk kelestariannya," ungkap Putri Koster.

Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah dengan membuka pameran tetap di Art Center, Denpasar. Pameran ini diharapkan menjadi pusat informasi dan promosi kerajinan Bali, memudahkan wisatawan dan masyarakat untuk menemukan produk-produk berkualitas dari seluruh penjuru pulau.

"Saya akan membuka pameran tetap di Art Center, supaya ada barometer ketika ada orang yang ingin mencari kerajinan-kerajinan yang tersebar di seluruh Bali. Saya rangkum di satu tempat, sekaligus untuk edukasi kepada masyarakat khususnya wisatawan yang datang ke Bali," jelasnya.

Selain itu, Putri Koster juga menaruh perhatian besar pada pengembangan desainer lokal Bali. Ia berencana untuk membawa mereka ke pameran internasional, memberikan pengalaman berharga dan meningkatkan kepercayaan diri untuk bersaing di pasar global.  

"Program ini sudah didukung oleh Bapak Gubernur. Dalam satu tahun akan dua kali kita ajak mereka untuk pameran di luar negeri. Tentu dengan kurasi yang ketat demi kemajuan mereka. Bukan semata untuk mengajak mereka jalan-jalan keluar negeri, tapi memberikan mereka pengalaman dan menumbuhkan percaya diri untuk bisa bersaing di kancah global," terangnya.

Dalam upaya pelestarian tenun Klungkung, Putri Koster menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengrajin, dan masyarakat. Ia mendorong Dekranasda Kabupaten Klungkung untuk terus memfasilitasi kemajuan IKM/UMKM lokal, mengingat Klungkung memiliki kekayaan tenun yang khas dan berkualitas.  

"Mari kita bekerja keras bersama, berkesinambungan dan konsisten. Saya ingin lima tahun ke depan ini memberi warna terhadap dunia mode yang ada di Bali sehingga masyarakat Bali semakin mencintai tenun-tenun tradisionalnya. Klungkung itu pusat pertenunan, memiliki ciri khas seperti tenun cepuk dan rangrang. Ini harus kita jaga dan lestarikan. Saya mendorong Dekranasda Klungkung untuk terus memfasilitasi kemajuan para IKM/UMKM kita," tutupnya.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Putri Koster berharap dapat meninggalkan legacy yang kuat dalam pelestarian dan pengembangan kerajinan Bali, khususnya kain tenun tradisional, sebagai warisan budaya yang tak ternilai harganya. (isu/suteja)