Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Berusia Lebih Dua Abad, Dalem Batan Kendal Gelar Pujawali Meriah

Oleh Podiumnews • 14 Mei 2025 • 21:00:00 WITA

Berusia Lebih Dua Abad, Dalem Batan Kendal Gelar Pujawali Meriah
Wawali Arya Wibawa menghadiri Pujawali Mapadudus Alit dan Mecaru di Pura Dalem Batan Kendal, , Sesetan, Denpasar pada Rabu (14/5/2025) sore. (foto/fathur)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Pura Dalem Batan Kendal di Banjar Suwung Batan Kendal, Sesetan, menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Kota Denpasar sejak awal abad ke-19. Dibangun sekitar tahun 1820, pada masa pemerintahan Raja Denpasar ke-III (1817-1829), pura ini kini tengah menggelar Karya Pujawali Mapadudus Alit dan Mecaru yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Rabu (14/5/2025) sore.

Kehadiran Wawali Arya Wibawa dalam upacara tersebut tidak hanya sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan masyarakat, tetapi juga menjadi pengingat akan akar budaya dan sejarah panjang Kota Denpasar. Beliau menekankan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong yang melandasi pelaksanaan karya ini sejalan dengan spirit "Vasudhaiva Kutumbakam" yang menjadi ciri khas Denpasar.

Ketua Panitia Karya, Nyoman Sarna, menjelaskan bahwa Karya Pujawali kali ini merupakan kelanjutan dari Karya Pedudusan Agung yang telah dilaksanakan sepuluh tahun lalu, tepatnya pada tahun 2015. Setelah satu dasawarsa, dilaksanakan kembali Upacara Padudusan Alit dengan serangkaian prosesi, termasuk perbaikan bagian atap pelinggih pura yang telah dimulai sejak November 2024.

Puncak karya pada Buda Umanis Medangsia ini menjadi momen penting dalam siklus upacara di Pura Dalem Batan Kendal yang telah berdiri kokoh selama lebih dari dua abad. Rangkaian acara akan dilanjutkan dengan penyambutan berbagai Ida Bhatara dari pura-pura lain, menunjukkan kuatnya hubungan antar pura dan tradisi Hindu di Bali.

Sejarah panjang Pura Dalem Batan Kendal menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan karya ini. Semangat gotong royong masyarakat pengempon, yang diwariskan dari generasi ke generasi sejak masa pendiriannya, menjadi energi utama dalam melestarikan tradisi dan nilai-nilai luhur budaya Bali di tengah perkembangan zaman. (fathur/suteja)