Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Denpasar Andalkan 'Pararem' Atasi Krisis Sampah

Oleh Editor • 17 Mei 2025 • 01:56:00 WITA

Denpasar Andalkan 'Pararem' Atasi Krisis Sampah
Ilustrasi: tumpukan sampah di tepi jalan kota yang tampak kumuh dan kotor. (podiumnews)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar mengambil langkah strategis dengan menggandeng kekuatan desa adat dalam upaya mengatasi permasalahan sampah yang kian mendesak. Melalui workshop peluncuran Gerakan Bali Bersih Sampah di Graha Sewaka Dharma, Lumintang (16/5/2025), Pemkot Denpasar mendorong penyusunan Pararem Pengelolaan Sampah di seluruh desa adat. Regulasi berbasis kearifan lokal ini diharapkan menjadi "senjata pamungkas" dalam menuntaskan persoalan sampah dari sumbernya.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, yang mewakili Wali Kota Denpasar, menekankan bahwa kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang sudah melebihi kapasitas menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi. "Pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab bersama," tegasnya, mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008.

Lebih lanjut, Sekda Wiradana menyoroti pentingnya penguatan regulasi, termasuk Perda Kota Denpasar Nomor 8 Tahun 2023. Namun, kali ini, Pemkot Denpasar secara khusus mengandalkan Pararem yang disusun oleh desa adat sebagai instrumen kultural yang diyakini mampu memperkuat komitmen masyarakat dalam menjaga kebersihan mulai dari tingkat rumah tangga.

Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar, Anak Agung Ketut Sudiana, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyatakan bahwa kegiatan workshop ini merupakan wujud sinergi antara 35 desa adat dan 43 desa/kelurahan di Kota Denpasar dalam mendukung Gerakan Bersih Kota.

"Fokus utama adalah penyusunan Pararem pengelolaan sampah berbasis sumber dan nilai budaya, dengan mengintegrasikan aturan adat dan regulasi formal untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang utuh dan efektif," jelasnya.

Sebagai langkah konkret, draf Pararem telah diserahkan kepada para Manggala Bendesa Adat dan Ketua Forum Perbekel/Lurah untuk segera diimplementasikan di lapangan. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Gubernur Bali dan berpotensi menjadi model pengelolaan sampah berbasis gotong royong dan kearifan lokal di tingkat nasional.

Puncak dari gerakan ini akan dilaksanakan pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni mendatang. Pemkot Denpasar berencana menggelar Gerakan Bersama di seluruh desa adat dan desa/kelurahan sebagai momentum kebangkitan gotong royong dan tanggung jawab kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan mengandalkan kekuatan adat melalui Pararem, Denpasar optimis dapat mengatasi tantangan pengelolaan sampah dan mewujudkan Bali yang bersih dan lestari. (fathur/suteja)