Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Perempuan Bergerak, Desa Menguat

Oleh Editor • 24 Mei 2025 • 23:42:00 WITA

Perempuan Bergerak, Desa Menguat
Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, secara simbolis menyerahkan bantuan bahan pokok kepada warga lansia dalam rangka kegiatan sosial “Menyapa dan Berbagi” di Desa Bonyoh, Bangli, Jumat (23/5/2025). (foto/fathur)

KABUT tipis masih menggantung di Kintamani ketika puluhan perempuan desa berkumpul di bawah bale banjar terbuka di Desa Bonyoh, kursi-kursi plastik yang dibalut kain putih tersusun rapi. Di atasnya duduk para perempuan desa—ibu muda, lansia, dan anak-anak yang digendong di pangkuan. Mereka datang bukan untuk menyaksikan seremoni, tapi untuk merasakan gerakan nyata yang dimulai dari dapur dan halaman rumah mereka.

Hari itu, Jumat (23/5/2025), Ny. Seniasih Giri Prasta, Sekretaris I Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, memimpin aksi sosial bertajuk “Menyapa dan Berbagi.” Ia tidak berbicara dari podium tinggi, tapi dari dekat—menyapa, membagikan bantuan, dan menyemangati para kader PKK dan warga.

“Stunting dan kemiskinan tidak bisa ditangani sendiri. Jika ingin cepat terselesaikan, kita harus bekerja sama dan bergerak bersama,” ujarnya.

Bantuan disalurkan bukan hanya berupa beras dan paket pokok untuk ibu hamil, balita, disabilitas, dan lansia, tapi juga 1.000 bibit tanaman: cabai, jambu kristal, alpukat, durian, hingga nangka. Pesannya jelas—ketahanan pangan dimulai dari pekarangan rumah, dan dijaga oleh tangan perempuan.

Dalam momen yang hangat, seorang lansia menerima sekarung beras dari tangan Ny. Seniasih. Di belakangnya, ibu-ibu muda duduk sambil memangku anak, sebagian mengantuk, sebagian bermain. Tak ada protokoler kaku. Yang terlihat hanya satu hal: kehadiran yang tulus dan menyentuh.

“Dengan kolaborasi, tidak ada lagi warga yang kekurangan makanan. Mari bangun keluarga yang sehat, sejahtera, dan cerdas,” lanjutnya.

Ny. Seniasih juga mengingatkan tentang bahaya rabies, yang sejak awal 2025 telah merenggut sembilan korban jiwa di Bali. Pesannya tajam: warga harus bertanggung jawab atas hewan peliharaan, vaksinasi dan pengawasan jadi langkah awal.

Tak lupa, ia menyisipkan ajakan untuk membatasi plastik sekali pakai. Bukan wacana besar, tapi dimulai dari rumah tangga. “Perilaku peduli lingkungan dimulai dari rumah,” ujarnya.

Di balik kegiatan ini berdiri organisasi perempuan yang mulai bergerak kembali—BKOW, PUSPA, BK3S—mitra sosial yang diam-diam bekerja mengangkat martabat hidup warga. Mereka bukan hanya pendamping program, tapi penggerak yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat bawah.

Dalam penutup kegiatan, seluruh peserta berdiri di bawah bale agung. Ratusan perempuan dan jajaran OPD berdiri sejajar, mengepalkan tangan ke depan untuk berfoto bersama. Simbol kecil tapi bermakna besar: perempuan tidak sekadar mendampingi pembangunan—mereka bagian dari kekuatan utamanya. (fathur/suteja)