Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Reformasi Pariwisata Badung Bertumpu pada Kekuatan Lokal

Oleh Podiumnews • 26 Mei 2025 • 14:52:00 WITA

Reformasi Pariwisata Badung Bertumpu pada Kekuatan Lokal
Grand Final Pemilihan Duta Pariwisata Jegeg Bagus Kabupaten Badung Tahun 2025 di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (25/5/2025). (Dewa)

BADUNG, PODIUMNEWS.com – Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmennya dalam membangun sektor pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan dengan menitikberatkan pada kekuatan lokal.

Salah satu bentuk nyatanya adalah penyelenggaraan Pemilihan Duta Pariwisata Jegeg Bagus Badung 2025, yang kini diarahkan tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan sebagai strategi pembinaan generasi muda untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism).

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Nyoman Rudiarta, Bupati Badung menyampaikan bahwa reformasi pariwisata Badung tidak dapat lagi hanya bergantung pada promosi destinasi secara konvensional, melainkan harus tumbuh dari kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat lokal. Peran generasi muda menjadi sentral dalam proses ini.

“Duta pariwisata seperti Jegeg dan Bagus bukan hanya wajah representatif daerah, tetapi agen yang membawa nilai-nilai lokal, budaya, dan kesadaran keberlanjutan ke tengah masyarakat dan wisatawan,” tegas Rudiarta dalam acara grand final yang digelar Minggu (25/5/2025) di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung.

Ia menambahkan, pendekatan community-based tourism memungkinkan masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengelolaan destinasi, sehingga manfaat ekonomi, sosial, dan budaya dapat dinikmati secara merata.

"Dalam konteks ini, pemilihan Jegeg Bagus menjadi instrumen untuk mengidentifikasi dan membina talenta muda yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan lokal," sambungnya.

Ketua Semeton Jegeg Bagus Badung, I Kadek Abi Sastra Yoga, menegaskan bahwa sejak awal seleksi dilakukan dengan pendekatan yang menjangkau seluruh kecamatan.

"Sosialisasi dilakukan secara digital dan langsung ke sekolah-sekolah serta kampus. Total 106 peserta berpartisipasi, terdiri dari 52 putra dan 54 putri."

“Kami ingin mencetak figur muda yang tidak hanya paham soal pariwisata, tetapi juga aktif di komunitasnya, peka terhadap isu lingkungan, budaya, dan ketimpangan sosial di sektor ini,” ujar Abi.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya Badung memperkuat narasi “Badung The Soul of Bali” yang tidak hanya menjual keindahan, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai lokal sebagai jantung dari setiap pengalaman wisata.

Dengan menjadikan pemuda sebagai penggerak dan komunitas sebagai pusat, Kabupaten Badung berupaya menciptakan ekosistem pariwisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga adil dan berkelanjutan. (fathur)