Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Arja Hampir Punah, Putri Koster Tiupkan Nafas Baru

Oleh Podiumnews • 29 Mei 2025 • 19:41:00 WITA

Arja Hampir Punah, Putri Koster Tiupkan Nafas Baru
Putri Koster, seniman drama klasik Bali yang pernah aktif di TVRI Bali era 1980-an, meluncurkan Seka Arja Sundara Citta bentukan RRI Denpasar. (Foto: Dewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com — Panggung arja lama tertutup debu waktu. Generasi mudanya kian sedikit, panggungnya makin sepi, dan ruang hidupnya hampir hilang. Namun Rabu malam, satu nafas baru ditiupkan.

Putri Koster, seniman drama klasik Bali yang pernah aktif di TVRI Bali era 1980-an, meluncurkan Seka Arja Sundara Citta bentukan RRI Denpasar dalam sebuah acara penuh makna di Kerta Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali.

Peluncuran diawali pembacaan nama sekaa yang ditulis dalam keropak, mengikat tradisi lisan dan spiritualitas warisan Bali.

Seka ini bukan sekadar kelompok seni baru. Ia menjadi simbol kembalinya semangat pelestarian arja seni dramatari yang nyaris lenyap dari keseharian masyarakat Bali.

“Arja itu kompleks. Penuh sastra, tari, humor, penghayatan, dan vokal. Tidak semua orang bisa menjalaninya. Harus dilatih sejak kecil,” ujar Putri Koster, mengenang masa-masa berkesenian di TVRI Bali, tempat ia pertama kali menapaki panggung dramatari.

Langkah RRI Denpasar membentuk sekaa arja dinilai berani dan langka. Dalam kondisi regenerasi yang nyaris mandek, inisiatif semacam ini ibarat suluh kecil di tengah gelap.

Putri Koster pun memberikan dukungan nyata panggung Kerta Sabha akan dibuka bagi sekaa tampil rutin sebulan sekali.

“Bukan sekadar tampil. Ini juga ruang belajar dan regenerasi. Kita beri tempat agar anak-anak muda bisa menyaksikan dan mencintai arja sejak sekarang,” katanya.

Penurunan jumlah sekaa arja terjadi drastis dalam dua dekade terakhir. Data Dinas Kebudayaan Provinsi Bali mencatat, dari ratusan kelompok aktif pada era 1960–1980-an, kini hanya tersisa puluhan, sebagian besar tidak tampil rutin. Regenerasi minim, perhatian pun menyusut.

Hadir dalam peluncuran, Kepala Stasiun RRI Denpasar Ngatno, Ketua Dewan Pengawas LPP RRI Anwar Mujahid Adi Trisnanto, serta sejumlah seniman dan budayawan.

Penampilan perdana Arja Sundara Citta membawakan lakon Tetamian, disutradarai Gusti Sumadi alias Aji Tibah, menggambarkan kisah penobatan putra mahkota Kerajaan Jenggala dan kedatangan Raden Wiryangkara dari Pajarakan yang membawa pusaka kerajaan.

Sebanyak 12 seniman muda tampil selama dua jam. Energi panggung mereka menyala, seolah menghidupkan kembali denyut arja yang pernah berjaya. Penonton terpukau. Nostalgia pun merebak.

Arja belum mati. Hanya tertidur panjang. Dan malam itu, Putri Koster membangunkannya bukan sekadar dengan panggung, tapi dengan keyakinan bahwa warisan budaya tak akan punah selama ada yang setia menyalakan apinya. (fathur)