Gotong Royong Denpasar Kampanyekan Kebersihan Lewat Seni
BBGRM Kota Denpasar 2025 ditutup dengan paduan kampanye pelestarian lingkungan dan pertunjukan seni budaya di ruang publik.
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Gerakan gotong royong di Kota Denpasar tidak hanya hadir lewat kerja bakti. Dalam penutupan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2025 pada Sabtu (7/6/2025), kesadaran lingkungan dikampanyekan melalui pertunjukan seni di Pelataran Pasar Badung, pusat aktivitas warga kota.
Acara penutupan berlangsung meriah. Penampilan dalang cilik membawa pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai. Pertunjukan kesenian gender, seni kontemporer, dan bondres juga turut memperkuat pesan kolektif bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari kesadaran budaya.
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, mengapresiasi semangat kolaboratif LPM Kota Denpasar dalam mendampingi masyarakat sepanjang BBGRM. Ia menekankan pentingnya menjadikan gotong royong sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita harapkan setelah diadakannya Bulan Bhakti Gotong Royong, masyarakat tetap menjalankan semangat kebersamaan untuk menjaga lingkungan secara konsisten,” ujar Alit Wiradana.
BBGRM 2025 di Kota Denpasar merupakan hasil kolaborasi antara DPD LPM dengan DPC LPM Kecamatan Denpasar Barat sebagai tuan rumah. Ketua DPD LPM Kota Denpasar, I Gede Eka Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini difokuskan pada pelestarian lingkungan dan penguatan kreativitas seni.
“Mulai dari kerja bakti, penanaman pohon, penuangan eco enzim di sungai, penebaran benih ikan, hingga lomba gender wayang anak-anak. Semua itu menjadi media edukasi publik yang menyenangkan dan membangun partisipasi,” jelasnya.
Selama sebulan penuh, kegiatan BBGRM dilaksanakan di desa dan kelurahan se-Kota Denpasar. Selain kegiatan lingkungan dan seni, juga digelar pertandingan tenis meja antar klub sebagai ajang silaturahmi masyarakat.
Melalui pendekatan budaya dan keterlibatan lintas generasi, BBGRM Denpasar 2025 menghadirkan gotong royong sebagai gerakan sosial yang hidup, membumi, dan relevan dengan tantangan kota masa kini.
(isu/suteja)