Korban mengalami luka serius pada bagian telapak dan pergelangan tangan kanan serta luka tusuk pada bagian bawah perut. Nyawa korban berhasil diselamatkan setelah dilarikan ke RSAD Udayana Jalan PB Sudirman, Dauh Puri, Denpasar Barat. Sementara pelaku penusukan, GK sudah diamankan bersama barang bukti.
Penusukan bermula saat korban datang ke kos temannya hendak bertemu dengan Dino. Di sana, korban duduk di teras kos, sedangkan Dino saat itu sedang mandi. Tak lama, datang sejumlah anak-anak bermain kembang api atau petasan di jalanan depan kos tersebut.
Korban merasa terganggu dengan kehadiran anak-anak tersebut dan lantas menegurnya agar tidak membunyikan petasan di depan kos.
Setelah menegur, korban kembali duduk di depan teras kos. Beberapa saat, pelaku GK yang diduga ayah dari salah satu anak yang ditegur korban, dan beberapa warga lainnya datang ke lokasi sambil membawa sebuah tombak. Mereka langsung menyerang korban menggunakan tombak.
"Setelah mandi, saya lihat korban datang dengan luka tusuk di telapak tangan dan bagian perut. Di depan kamar kos sudah ramai warga. Korban bilang habis kena tusuk dan minta dibawa ke rumah sakit," ungkap saksi Dino.
Warga sekitar yang melihat insiden itu segera melerai. Korban segera dilarikan ke RSAD Udayana Jalan PB Sudirman, Dauh Puri, Denpasar Barat, untuk ditangani medis.
Dihubungi awak media, Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Ketut Tomiyasa mengakui adanya peristiwa penusukan tersebut. Ia mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti kejadian tersebut.
"Kedua belah pihak sudah berdamai, karena ketersinggungan anak pelaku ditegur main perang kembang api yang memicu emosi," ungkap Kompol Tomiyasa, Kamis (1/1/2026).