Podiumnews.com / Aktual / News

Wanita Rusia Tewas Gantung Diri di Denpasar

Oleh Kander Turnip • 02 Januari 2026 • 20:56:00 WITA

Wanita Rusia Tewas Gantung Diri di Denpasar
Polisi dan warga melihat lokasi rumah tempat wanita Rusia ditemukan tewas gantung diri di Jalan Muding Indah, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, Bali, Kamis (1/1/2026). (foto/hes)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com Memasuki hari kedua Januari 2026, korban bunuh diri (bundir) berjatuhan di Bali. Di wilayah Badung seorang pelajar laki-laki ditemukan tewas setelah meloncat dari atas jembatan Tukad Bangkung di perbatasan antara Banjar Pelaga dan Belok/Sidan Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.

Sementara itu di Denpasar seorang bule Rusia ditemukan tewas gantung diri di sebuah rumah di Jalan Muding Indah, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, Bali, Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Bule perempuan inisial VT (50) ditemukan tergantung di depan garasi rumah dengan seutas tali berwarna biru menjerat leher korban. Yang unik dari kematian VT, ia sempat menuliskan surat wasiat berisi nada kecaman terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin yang telah merampas seluruh harta bendanya untuk digunakan sebagai pajak perang.

Menurut PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, surat wasiat itu ditemukan di ruang tamu rumah. Surat itu bertuliskan dalam terjemahan bahasa Indonesia.

"Saya tidak punya uang lagi untuk bertahan hidup. Dulu saya berhenti bekerja karena hati nurani saya tidak mengizinkan saya membayar pajak kepada Rusia fasis untuk perang ini. Putin telah mengambil segalanya dari saya. Tidak ada hal baik di depan, jadi tidak ada alasan dan kekuatan untuk melanjutkan," ujar korban dalam tulisan wasiat tersebut.

Masih dalam tulisan, korban meminta agar kucingnya bernama Kisa dirawat dengan baik. "Tolong rawat kucing Kisa. Beri dia makan 3 kali sehari, beri air minum dan elus dia, ya. Sisa makanan ada di kulkas. Saya biasa memberi makanan basah di tengah hari (jam 2–3 sore), makanan kering di pagi hari (jam 8–9) dan malam hari (jam 8–9). Setelah makanan basah habis, kamu bisa memberinya makanan kering saja.”

Selain itu, korban mengatakan dia memberikan izin untuk mendonorkan organnya jika hal tersebut legal di Indonesia. Bahkan, ia mengikhlaskan beberapa pakaian yang masih layak di dalam koper untuk disumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Terlebih, ia mengikhlaskan seluruh barang miliknya diambil, berupa perabot, peralatan rumah tangga, dan peralatan dapur.

"Tolong kremasi tubuh saya atau apa pun yang tersisa setelah kemungkinan donor organ di sini di Bali. Saya ingin abu saya ditebarkan di laut. Saya telah meninggalkan 60 juta rupiah untuk kremasi. Saya yakin jumlah itu cukup. Tidak perlu upacara, lakukan dengan cepat dan tenang. Pakaian untuk prosedur jika diperlukan ada di atas tempat tidur. Tolong beri tahu saudara saya, T.G.. Terima kasih. Saya minta maaf atas semua kesulitan yang telah saya timbulkan," ucapnya.

Aiptu Ayu menegaskan, korban kali pertama ditemukan oleh saksi Ni Wayan Latri (50). Saksi Latri sedang memberi makan kucing milik korban, dan melihat lampu garasi masih menyala. Perempuan paruh baya ini lantas menuju garasi hendak mematikan lampu tersebut, namun setiba di garasi ia melihat korban sudah dalam kondisi tergantung. Kejadian ini dilaporkan ke pemilik rumah, Made Nasia (63).

Petugas identifikasi Polres Badung beserta aparat Polsek Kuta Utara langsung mendatangi lokasi dan menurunkan jasad korban yang tergantung menggunakan tali sepanjang 7 meter. Petugas juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Aiptu Ayu mengatakan, di lokasi ditemukan barang milik korban berupa uang tunai dengan rincian uang pecahan seratus ribu berjumlah Rp60 juta, 5 dolar AS, 2 dolar Singapura, dan 4.400 Bath Thailand, kemudian satu unit handphone beserta charger, dua buah paspor, dan sebuah surat wasiat.

Pemilik rumah, Made Nasia, menyampaikan bahwa korban pernah mengalami depresi pasca konflik Rusia dan Ukraina. Korban juga sempat dibawa ke RS Garba Med melakukan pemeriksaan. Dari keterangan dokter yang menangani mengatakan bahwa korban memang mengalami depresi. Bahkan selama di Bali, korban jarang keluar rumah.

"Korban meninggal gantung diri diduga karena depresi. Jenazah korban kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar," pungkasnya.

(hes/k.turnip)