Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Kunjungan Wisman ke Indonesia Tembus 13,98 Juta

Oleh Nyoman Sukadana • 14 Januari 2026 • 19:00:00 WITA

Kunjungan Wisman ke Indonesia Tembus 13,98 Juta
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bersama Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan Laporan Bulanan di Jakarta, Rabu (14/1/2026). (foto/Kemenpar)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com - Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan. Kementerian Pariwisata mencatat secara kumulatif jumlah kunjungan wisman pada periode Januari hingga November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan capaian tersebut meningkat 10,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebesar 12,66 juta kunjungan. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya daya tarik Indonesia sebagai destinasi pariwisata global.

“Sepanjang 2025, pariwisata Indonesia menunjukkan tren pemulihan dan pertumbuhan yang konsisten, baik dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara maupun pergerakan wisatawan nusantara,” ujar Widiyanti saat menyampaikan Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Widiyanti menjelaskan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia masih didominasi oleh lima negara pasar utama, yakni Malaysia, Australia, Singapura, Tiongkok, dan Timor Leste. Kelima negara tersebut secara kumulatif menyumbang lebih dari 56 persen total kunjungan wisman pada November 2025.

Menurutnya, dominasi pasar regional ini menunjukkan kuatnya konektivitas kawasan, sekaligus menjadi pengingat pentingnya penguatan promosi dan diversifikasi pasar ke kawasan lain di luar pasar tradisional.

Dari sisi pintu masuk, kunjungan wisatawan mancanegara masih terkonsentrasi di lima bandara utama, yaitu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Kualanamu Medan, dan Bandara Internasional Yogyakarta.

“Kelima bandara ini merupakan simpul strategis konektivitas pariwisata internasional Indonesia dan akan terus diperkuat dari sisi layanan, pengalaman kedatangan, serta integrasi dengan destinasi,” katanya.

Selain peningkatan jumlah kunjungan, Widiyanti menyebut selisih antara kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara juga mengalami kenaikan. Pada 2025, selisih tersebut mencapai 5,64 juta, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 4,52 juta.

Kondisi ini dinilai memberikan sinyal positif bagi penguatan neraca pariwisata dan kontribusi devisa nasional. Pemerintah pun optimistis sektor pariwisata dapat terus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

“Pertumbuhan ini merupakan hasil dari arah kebijakan yang jelas, penguatan kualitas destinasi, serta sinergi lintas sektor yang semakin solid,” ujar Widiyanti.

Ia menegaskan, Kementerian Pariwisata akan terus mendorong pengembangan pariwisata berkualitas agar peningkatan jumlah kunjungan diiringi dengan peningkatan belanja wisatawan dan manfaat ekonomi yang lebih merata bagi daerah.

(riki/sukadana)