Mobil Listrik di Bali Tumbuh 2,5 Kali per Tahun
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Jumlah kendaraan listrik di Provinsi Bali menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Rata-rata pertumbuhan mencapai 2,5 kali lipat setiap tahun, dengan total jumlah kendaraan listrik hingga 2025 tercatat mencapai sekitar 175 ribu unit.
Data tersebut disampaikan Direktur Retail dan Niaga PT PLN Persero Adi Priyanto dalam rapat percepatan penggunaan kendaraan listrik bersama Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, Sabtu (24/1/2025).
Adi Priyanto mengatakan, tren positif adopsi kendaraan listrik di Bali didorong oleh berbagai faktor, mulai dari insentif pemerintah, semakin beragamnya pilihan merek dan harga kendaraan listrik, hingga meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi energi dan lingkungan.
“Pertumbuhan kendaraan listrik di Bali sangat signifikan. Dalam tiga tahun terakhir, rata-rata tumbuh 2,5 kali lipat setiap tahunnya,” ujar Adi Priyanto.
Ia menjelaskan, pola konsumsi energi kendaraan listrik di Bali saat ini masih didominasi oleh pengisian daya di rumah atau home charger yang mencapai 55 persen atau sekitar 2,24 GWh. Sementara itu, stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU menyumbang sekitar 45 persen atau 1,82 GWh.
Menurutnya, home charger menjadi pilihan utama untuk kebutuhan harian pengguna kendaraan listrik. Sedangkan SPKLU memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas jarak jauh serta aktivitas pariwisata yang tinggi di Bali.
PLN, lanjut Adi Priyanto, telah memasukkan pengembangan infrastruktur kendaraan listrik ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik dan Rencana Jangka Panjang Perusahaan. Penguatan SPKLU difokuskan di kawasan wisata dan koridor perjalanan utama.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik sejalan dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai fondasi pembangunan daerah. Pemprov Bali mendorong kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi transisi energi bersih dan penguatan ekonomi hijau.
Pemprov Bali juga menyiapkan kebijakan zonasi kendaraan listrik di sejumlah kawasan wisata serta mendorong aparatur sipil negara dan masyarakat umum untuk beralih menggunakan kendaraan berbasis baterai.
Dengan pertumbuhan yang terus meningkat dan dukungan kebijakan serta infrastruktur, Bali diharapkan menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata berkelanjutan.
(sukadana)