Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Kenaikan Harga Emas Sinyal Ketidakpastian Global

Oleh Nyoman Sukadana • 31 Januari 2026 • 20:14:00 WITA

Kenaikan Harga Emas Sinyal Ketidakpastian Global
Ilustrasi: Tumpukan emas batangan merepresentasikan penguatan harga emas di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. (podiumnwes)

YOGYAKARTA, PODIUMNEWS.com - Harga emas dunia terus menunjukkan tren penguatan dan dinilai menjadi salah satu indikator meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan politik global. Berdasarkan data PT Aneka Tambang Tbk (Antam) per 28 Januari 2026, harga emas tercatat mencapai Rp2,968 juta per gram.

Ekonom dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Wisnu Setiadi Nugroho PhD menyebut kenaikan harga emas saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor global, terutama kebijakan moneter Amerika Serikat dan dinamika geopolitik internasional.

“Pasar memperkirakan penurunan suku bunga AS, yang melemahkan dolar dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven,” ujar Wisnu, Jumat (30/1/2026) di FEB UGM.

Menurutnya, kondisi geopolitik global yang belum stabil, mulai dari ketegangan militer hingga sanksi ekonomi antarnegara, mendorong investor mencari instrumen yang dinilai lebih aman untuk melindungi nilai aset mereka.

Selain faktor geopolitik, Wisnu menjelaskan bahwa permintaan emas juga meningkat dari bank sentral dan investor institusi. Bank-bank sentral di negara berkembang secara aktif menambah cadangan emas sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko global. Di sisi lain, investor institusi semakin agresif membeli emas melalui Exchange Traded Fund (ETF).

“Inflasi dan ketidakpastian pasar saham membuat emas dipilih sebagai pelindung nilai jangka panjang,” kata Wisnu.

Ia menilai tren kenaikan harga emas masih berpotensi berlanjut selama kondisi ekonomi dan politik global belum menunjukkan stabilitas yang kuat. Namun demikian, penguatan dolar AS atau kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat secara signifikan dapat memberikan tekanan terhadap harga emas.

Wisnu menambahkan, secara historis emas cenderung stabil dan mengalami kenaikan dalam jangka panjang karena relatif terlindung dari inflasi, deflasi, dan krisis ekonomi. Meski begitu, dalam jangka pendek harga emas tetap berfluktuasi mengikuti respons pasar terhadap kebijakan suku bunga dan pergerakan nilai mata uang utama dunia.

“Kenaikan harga emas saat ini menjadi sinyal meningkatnya ketidakpastian global. Investor dan masyarakat merespons dengan memperkuat portofolio melalui aset yang dianggap lebih aman,” ujarnya.

(riki/sukadana)