Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Indonesia–Aljazair Jajaki Kolaborasi Pariwisata, Ini Kata Wamenpar Ni Luh

Oleh Kander Turnip • 04 Februari 2026 • 00:12:00 WITA

Indonesia–Aljazair Jajaki Kolaborasi Pariwisata, Ini Kata Wamenpar Ni Luh
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyambut Ketua Majelis Rakyat Nasional Aljazair Mohamed Yazid Benhemmouda di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (21/1/2026) lalu. (kemenpar.go.id)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menerima kunjungan delegasi Majelis Rakyat Nasional (APN) Aljazair di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (21/1/2026) lalu. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama pariwisata sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Aljazair.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyambut langsung Ketua APN Aljazair Mohamed Yazid Benhemmouda beserta jajaran delegasi dan perwakilan Kedutaan Besar Aljazair.

Wamenpar menilai pertemuan perdana ini membuka peluang kolaborasi yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku pariwisata, UMKM, pemandu wisata lokal, hingga investor.

Data pascapandemi Covid-19 menunjukkan arus wisatawan Aljazair ke Indonesia tumbuh sekitar 25 persen, seiring dengan meningkatnya volume perdagangan kedua negara.

“Hal ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat pasar Afrika Utara dan pengembangan wisatawan Muslim, sekaligus mendorong transfer pengetahuan melalui keberadaan enam politeknik pariwisata di bawah naungan Kementerian Pariwisata,” ujar Ni Luh Puspa, seperti dikutip dari situs kemenpar.go.id, Selasa (3/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pihak Aljazair menyampaikan ketertarikan untuk mempelajari rekam jejak Indonesia dalam mengelola wisata religi dan wisata alam, dua sektor yang juga menjadi fokus pengembangan pariwisata di negaranya.

Kesamaan visi ini membuka ruang kolaborasi strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan melalui penawaran pengalaman yang unik dan saling melengkapi antara negara maritim dan negara kontinental gurun. “Indonesia dan Aljazair juga memiliki keselarasan dalam pengembangan wisata budaya,” kata Wakil Menteri Pariwisata.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini Mohammad Paham mengatakan, meskipun kerja sama masih berada pada tahap awal, pertemuan ini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan promosi pariwisata yang berkelanjutan.

“Arah kerja sama ke depan akan difokuskan pada dukungan kebijakan dari badan legislatif dan parlemen kedua negara, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif bagi pengusaha untuk membangun ekosistem pariwisata yang berdaya saing global,” ujar Martini.

(riki/k.turnip)