27.500 Peserta Ikuti Gerakan Bali Bersih Sampah
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Sebanyak 27.500 peserta mengikuti Gerakan Bali Bersih Sampah yang dilaksanakan serentak di sembilan kabupaten dan kota se-Bali, Minggu (1/3/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 serta arahan Gubernur Bali dalam Forum Koordinasi Perangkat Daerah.
Gerakan ini melibatkan pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparatur sipil negara, instansi vertikal, pelajar, komunitas lingkungan, dan masyarakat luas.
Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin kegiatan di Pantai Padang Galak, Denpasar, menegaskan penanganan sampah menjadi agenda prioritas bersama seluruh daerah di Bali.
“Pemerintah Daerah Provinsi (Pemprov) dan Kabupaten Kota se-Bali berkomitmen bahwa penuntasan permasalahan sampah masuk dalam program super prioritas mendesak sehingga harus ada sinergitas pembangunan Bali dalam satu kesatuan wilayah, satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola demi Nindihin Gumi Bali,” ujarnya.
Ia menyoroti persoalan pengelolaan sampah di hulu yang belum optimal sehingga berdampak pada meningkatnya beban tempat pemrosesan akhir.
“Permasalahan sampah lainnya yang perlu menjadi perhatian bersama adalah belum optimalnya pengelolaan sampah di hulu dan pada fasilitas TPS3R maupun TPST yang berdampak pada penanganan sampah sehingga pada akhirnya dikirim ke TPA, sementara TPA di kabupaten kota telah mengalami overload,” katanya.
Gerakan Bali Bersih Sampah dilaksanakan di berbagai titik, di antaranya Pantai Padang Galak Denpasar dengan 4.500 peserta, Pantai Petitenget Badung dengan 1.074 peserta, Pantai Lembeng Gianyar dengan 3.009 peserta, Pantai Kelating Tabanan dengan 4.000 peserta, serta Pantai Kampung Baru Buleleng yang melibatkan 5.000 peserta.
Gubernur Koster berharap percepatan pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai serta regulasi pengelolaan sampah berbasis sumber dapat segera dioptimalkan di seluruh kabupaten dan kota.
“Keberhasilan gerakan ini akan menjadi warisan yang tak ternilai bagi Bali, Indonesia bahkan dunia,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Bali menilai keterlibatan puluhan ribu peserta dalam gerakan serentak ini menjadi momentum memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan Pulau Dewata.
(sukadana)