Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Apel Disiplin di BPKAD, Sekda Denpasar Tekankan Sinergitas Pengelolaan

Oleh Kander Turnip • 30 Maret 2026 • 20:35:00 WITA

Apel Disiplin di BPKAD, Sekda Denpasar Tekankan Sinergitas Pengelolaan
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, memimpin apel disiplin di lingkungan pegawai Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Denpasar, Bali, Senin (30/3/2026). (foto/sukadana)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, memimpin apel disiplin di lingkungan pegawai Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Denpasar, Bali, Senin (30/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor BPKAD tersebut diikuti jajaran pejabat struktural, serta staf di lingkungan dinas setempat.

Dalam arahannya, Sekda Eddy Mulya menyampaikan salam hormat dari Bapak Walikota dan Bapak Wakil Walikota Denpasar, dimana beliau berpesan agar semangat sinergi dan kolaborasi terus dijaga dan ditingkatkan di antara seluruh rekan-rekan di jajaran pemerintah daerah.

“Rekan-rekan BPKAD yang saya banggakan, pertama-tama, atas nama pimpinan, saya ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran BPKAD. Apel pagi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum bagi kita untuk memperkuat ruang sinergi. Saya melihat kedisiplinan yang luar biasa hari ini, baik dari kehadiran maupun kerapian atribut yang digunakan. Hal ini menunjukkan profesionalisme kita sebagai abdi negara,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, sesuai dengan penugasan pimpinan, pihaknya hadir dalam kapasitas sebagai Sekretaris Daerah sekaligus Koordinator Pengelolaan Keuangan Daerah. Ada empat poin strategis yang ingin menjadi penekanan dalam kesempatan ini, yakni yang pertama mengenai penguatan struktur berbasis fiskal.

"Pada kesempatan ini kita harus perkuat struktur pengelolaan keuangan daerah kita dengan basis fiskal yang semakin kokoh. Pendapatan daerah harus dikelola dengan cerdas agar kemandirian fiskal kita terus meningkat," ujarnya.

Selanjutnya yang kedua yakni belanja yang proposional, selain pendapatan yang kuat, struktur belanja juga harus proporsional. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan sesuai dengan skala prioritas pembangunan di Kota Denpasar. Selanjutnya yang ketiga yakni akuntabilitas dan transparansi, dimana pengelolaan keuangan wajib menjunjung tinggi nilai akuntabilitas.

"Di dalamnya terkandung makna transparansi, tanggung jawab (responsibility), dan keadilan (fairness). Kita harus memastikan bahwa setiap proses dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral," ujarnya.

Dan yang ke empat, lanjut Eddy Mulya, yakni peningkatan kapasitas personel. Seperti diketahui, BPKAD adalah organisasi perangkat daerah yang sangat vital. Indikator kinerja pemerintah daerah salah satunya diukur dari tata kelola keuangan dan asetnya. Karenanya, rekan-rekanbdi BPKAD untuk tidak berhenti belajar. Tingkatkan kapasitas melalui koordinasi, harmonisasi, bimbingan teknis (bimtek), maupun rekonsiliasi berkala.

“Rekan-rekan sekalian, perlu diingat bahwa pengelolaan keuangan dan aset daerah tidak bisa dikerjakan sendirian oleh BPKAD. Tugas ini membutuhkan komunikasi dan koordinasi lintas sektor dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders). Tanpa sinergi, kita akan sampai pada titik jenuh. Namun dengan kolaborasi, beban seberat apa pun akan terasa lebih ringan. Sebagai penutup, mari kita jalani tugas ini dengan rasa syukur, bangga, dan bahagia. Mari kita jadikan BPKAD sebagai pilar yang kokoh bagi kemajuan daerah kita," pungkas Sekda Eddy Mulya.

Kepala BPKAD Kota Denpasar, Dr. Ni Putu Kusumawati menyampaikan apresiasi atas kehadiran Sekda Kota Denpasar yang telah memimpin apel di lingkungan BPKAD Denpasar.

"Arahan yang disampaikan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparansi dalam mendukung pengelolaan aset di Kota Denpasar," ujarnya.

(sukadana/kturnip)