Podiumnews.com / Aktual / News

Mayat Mr X Ditemukan Tergeletak di Pantai Savaya

Oleh Kander Turnip • 20 April 2026 • 19:50:00 WITA

Mayat Mr X Ditemukan Tergeletak di Pantai Savaya
Petugas mengevakuasi mayat pria tanpa identitas yang tergeletak di atas batu karang tepian Pantai Savaya, Kuta Selatan, Badung, Bali, Minggu (19/4/2026). (foto/hes)

BADUNG, PODIUMNEWS.com – Ketut Sumiasa (55) seorang nelayan yang sedang mencari ikan, dikejutkan penemuan sosok mayat pria tergeletak di atas batu karang tepian Pantai Savaya, Kuta Selatan, Badung, Bali, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 15.00 Wita. Hingga kini, belum diketahui penyebab kematian korban dan Polisi masih menyelidikinya. Sementara mayat tak dikenal alias Mr.X itu sudah dievakuasi ke kamar jenazah RS. Prof dr I.G.N.G Ngoerah, Denpasar.

Dikonfirmasi, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adhi Saputra mengkui adanya penemuan mayat Mr.X tersebut. Kali pertama mayat ditemukan oleh saksi nelayan, Ketut Sumiasa yang sedang mencari ikan dengan cara menjaring pencar.

Saksi berusia 54 tahun itu tiba-tiba melihat seperti ada tubuh manusia di atas batu karang di tepi pantai. Guna memastikan penglihatannya, saksi pun datang mendekati. Ternyata benar, mayat tersebut mengenakan celana dalam warna biru tanpa pakaian, posisi badan tertelungkup, tangan terlipat didepan dada. "Saksi nelayan melihat tubuh seorang laki-laki dalam kondisi sudah membiru. Saksi menduga telah meninggal dunia," ujarnya, Senin (20/4/2026).

Saksi lantas berlari mencari bantuan. Di tengah jalan, saksi bertemu saudaranya, Wayan Sukarta dan kemudian memberitahukan perihal tersebut. Saksi Wayan Sukarta segera pergi mencari bantuan, sedangkan saksi Ketut Sumiasa kembali ke TKP guna mengevakuasi mayat tersebut agar tidak terbawa air laut yang sudah mulai naik. Menerima informasi penemuan mayat, Tim Basarnas gabungan segera menuruni tebing terjal menuju lokasi.

Sementara dalam keterangan persnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengatakan, upaya evakuasi terhadap korban cukup memakan waktu, karena akses ke posisi jenazah harus menuruni medan yang curam dan batu karang tajam. "Jenazah dibawa secara manual dengan melewati medan curam hingga bisa dibawa naik ke atas," terang I Nyoman Sidakarya.

Selain kondisi yang berisiko tersebut, evakuasi harus dilakukan dengan hati-hati karena situasi gelap, pencahayaan terbatas. Akhirnya kurang lebih pukul 19.40 Wita, tim SAR gabungan selesai melakukan evakuasi. Jenazah tanpa identitas tersebut dibawa menuju RSUP Prof. Ngoerah menggunakan mobil ambulans.

Bagian lain, Iptu Gede Adhi mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengetahui persis penyebab kematian korban. Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait hasil Visum Et Revertum. "Saat ini jenazah korban masih berada di kamar jenazah rumah sakit sambil menuggu penyelidikan identitas korban," katanya.

(hes/kturnip)


Kander Turnip
Editor

Kander Turnip