Siswi Kelas 6 SD Terjun dari Lantai 3 Pasar Desa Adat Serangan
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Seorang pelajar kelas 6 SD berinisial KA (13) nekat terjun bebas dari lantai 3 Pasar Desa Adat Serangan, Denpasar Selatan (Densel), Denpasar, Bali, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.
Perilaku nyeleneh itu terjadi saat korban merayakan ulang tahun bersama teman-temannya sambil joget-joget. Akibatnya, remaja perempuan yang tinggal di Jalan Tukad Penataran, Serangan, Densel, tersebut mengalami patah tulang pada kedua kakinya, dan tangan kanan.
Korban kini menjalani perawatan di RS Bali Mandara, Denpasar Selatan. Hingga kini belum diketahui alasan korban terjun bebas dari lantai 3 tersebut, namun diduga mereka hendak membuat konten TikTok.
Kecelakaan tragis menimpa korban itu dibenarkan Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arizandi, Selasa (21/4/2026). Dijelaskannya, kecelakaan itu terjadi di sisi timur Pasar Desa Adat Serangan, Densel, Minggu (19/4/2026).
Sore itu sekitar pukul 17.00 Wita seorang pegawai Kantor Kelurahan bernama Ketut Prasi (46) hendak pulang ke rumah temannya dekat TKP. Saksi yang tinggal di Jalan Tukad Semanik, Serangan, Densel ini melihat ada banyak warga yang berkerumun di sisi timur pasar. "Saat bertanya, saksi mendapat informasi ada seorang remaja perempuan terjatuh dari lantai 3 Pasar Desa Adat Serangan," ungkapnya.
Sementara itu dari keterangan orang tua korban, MK (40), menyebutkan bahwa saat kejadian anaknya sedang merayakan ulang tahun bersama 5 orang temannya. Namun tidak diketahui pasti apa tujuan mereka ke TKP dan melakukan joget-joget seperti pada video.
Tapi yang terjadi, tiba-tiba korban berlari sendirian dan terjun bebas melompat dari lantai 3 pasar Desa Adat Serangan tersebut. Sehingga korban sempat pingsan tak sadarkan diri. "Korban sempat pingsan tak sadarkan diri. Dia mengalami patah tulang kaki dan tangan," ujar Iptu Azel.
Dijelaskannya, saat ini kondisi korban sudah membaik. Korban telah berhasil menjalani operasi di RS. Bali Mandara akibat kedua kaki alami patah tulang, dan tangan sebelah kanan. Namun untuk motif terkait peristiwa tersebut masih diselidiki. "Untuk motif masih kita dalami, dan yang jelas tidak ada unsur bullying," katanya.
(hes/kturnip)