Podiumnews.com / Aktual / Olahraga

Pelatih Bali United Johnny Jansen Dipuji Karena Hal Ini

Oleh Kander Turnip • 30 April 2026 • 22:34:00 WITA

Pelatih Bali United Johnny Jansen Dipuji Karena Hal Ini
Pelatih Bali United FC Johnny Jansen. (baliutd)

GIANYAR, PODIUMNEWS.com – Bali United FC saat ini tengah menjadi sorotan karena perkembangan positif yang terjadi pada tim asal Pulau Dewata ini. Kehadiran Johnny Jansen dari Eredivisie ke Indonesia memberikan ancaman serius pada perhelatan Super League musim ini.

Namun situasinya tidak mudah, Ricky Fajrin cs justru berada di papan tengah dan bukan berada dengan nyaman di papan atas dalam perebutan juara di musim ini.

Pasukan Serdadu Tridatu di awal kompetisi seakan belum menemukan ritme permainan terbaik dari sang juru racik asal Belanda tersebut. Hasil imbang dan kekalahan yang tidak wajar seakan menjadi bahan bagi para suporter dan netizen untuk mencaci maki dan bahkan meminta sang nahkoda untuk undur diri.

Pelan namun pasti, permainan Bali United mulai ada arah dan kepastian dalam mencetak gol. Kehadiran Teppei Yachida dan Diego Campos di putaran kedua seakan melengkapi puzzle yang hilang karena beberapa pemain asing di putaran pertama terkena badai cedera.

Hasil kemenangan besar 6-1 atas PSBS Biak pada Senin (6/4/2026), 4-1 dengan Malut United pada Minggu (19/4/2026), poin penuh dari laga tandang dengan Persita Tangerang pada Kamis (23/4/2026) hingga menang meyakinkan atas PSM Makassar pada Senin (27/4/2026) dengan dua gol tanpa balas menjadi bukti kepercayaan Bali United sedang mode panas.

Meski kalah dari Persib Bandung, Minggu (12/4/2026) di laga tandang lalu, namun permainan spartan Bali United hingga menit akhir seakan tidak ada obat yang membuat apotek harus tutup.

Situasi mewangi ini mendapat pujian dari para suporter, baik dari sosial media hingga sosial nyata tentang bagaimana proses yang sedang dimasak oleh Johnny Jansen selaku juru masak yang baru musim ini bagi Bali United. Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen pun tak sungkan untuk memberikan respons terkait dirinya di klub jawara dua kali di kompetisi Indonesia ini.

"Saya senang dengan situasi itu karena saya ingin membentuk tim ini untuk terus berproses menjadi yang terbaik secara bertahap. Saya ingin mendorong pemain untuk berkembang, untuk itu saya mempelajari tipikal permainan sepak bola di Indonesia secara mendalam," ungkap Coach Johnny, seperti dikutip dari situs Bali United, Kamis (30/4/2026).

Diperkenalkan sejak bulan Mei tahun lalu, Johnny Jansen terus mempelajari budaya, sistem dan situasi yang sering terjadi dalam kompetisi di sepak bola Indonesia. Menempatkan diri sebagai pendatang baru, dirinya fokus dalam pengembangan pemain usia muda, khususnya Bali United Academy.

Dirinya membuat sistem yang terhubung antara tim pelatih dan pemain dari segala usia hingga bermuara pada tim utama yang menjunjung disiplin dan kerja keras sebagai pesepak bola profesional.

Meski dia menyadari bahwa proses yang dilakukan membutuhkan waktu bagi pecinta sepak bola yang mulai lapar dan haus akan kemenangan memukau bagi tim yang dicinta.

"Saya menyadari banyak suporter ingin timnya sukses, ingin timnya meraih kemenangan. Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dari latihan hingga di pertandingan dan proses itu mulai tumbuh perlahan untuk menjadi yang terbaik. Kembali lagi, saya menyukai setiap proses itu untuk menjadi lebih baik," jelas Coach Johnny.

Pelan-pelan sistem taktikal yang dibawanya dari Eredivisie mulai dipahami oleh setiap pion-pion pejuang dari Serdadu Tridatu. Juru masak Johnny Jansen seakan mulai menyajikan masakan yang mulai digemari oleh para konsumen yang mulai dilegakan dan dikenyangkan oleh gaya permainan Serdadu Tridatu di beberapa pekan terakhir ini.

Kini, Bali United berada di posisi ke-7 dengan 45 poin dari 12 kemenangan, 9 hasil imbang dan 9 kekalahan dari 30 pekan pertandingan yang telah dilalui. Tersisa 4 pekan kedepan menjadi pembuktian Johnny Jansen dalam menutup kompetisi musim ini bersama Bali United.

Apakah mantan pelatih PEC Zwolle ini akan memberikan sajian makanan yang lezat atau justru 4 pekan mendatang akan mengalami kelaparan karena ketidakmampuan meraih 12 poin tambahan untuk menutup kompetisi BRI Super League 2025/26?

(adi/kturnip)


Kander Turnip
Editor

Kander Turnip