Podiumnews.com / Aktual / Edukasi

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pemkab Tabanan Gelar Aksi Resik Sampah

Oleh Kander Turnip • 05 Juni 2026 • 20:39:00 WITA

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pemkab Tabanan Gelar Aksi Resik Sampah
Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, mewakili Bupati Tabanan bersama Dandim 1619/Tabanan melakukan kegiatan Resik Sampah, di kawasan Lapangan Alit Saputra Tabanan, Bali, Jumat (5/6/2026). (foto/prokopimtabanan)

TABANAN, PODIUMNEWS.com – Memaknai Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Tabanan menguatkan semangat menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan Resik Sampah. Kegiatan dipusatkan di kawasan Lapangan Alit Saputra Tabanan, Bali, Jumat (5/6/2026), yang dirangkaikan dengan perayaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 di Kabupaten Tabanan. 

Aksi bersih-bersih dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, mewakili Bupati Tabanan, bersama Dandim 1619/Tabanan. Turut hadir Pimpinan Perangkat Daerah terkait, serta diikuti seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan dengan penuh semangat. 

Para peserta bergotong royong memungut dan memilah sampah, membersihkan area publik, serta mengkampanyekan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.

Hal ini menjadi implementasi nyata peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni. Tahun 2026, peringatan mengusung tema global "Inspired by Nature. For Climate. For Our Future" yang diperkuat melalui kampanye publik #NowForClimate. 

Tema ini diarahkan untuk memperkuat aksi iklim berbasis alam (nature-based solutions), memperluas partisipasi publik secara inklusif, serta mendorong inovasi teknologi hijau guna memitigasi dampak perubahan iklim yang kian nyata.

Melalui sambutan Bupati Tabanan yang dibacakan oleh Wabup Dirga, pihaknya menyampaikan, sejalan dengan arah strategis global tersebut, Indonesia merespons secara progresif dengan menetapkan tema Hari Lingkungan Hidup Nasional Tahun 2026, yakni "Saatnya Bekerja untuk Iklim". 

Tema nasional ini dirancang sebagai instrumen penggerak untuk mentransformasikan paradigma masyarakat, sehingga upaya komunikasi publik tidak hanya sebatas membangun pengetahuan (awareness) dan kesadaran (consciousness), melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan.

"Untuk mewujudkan perubahan perilaku tersebut, pemerintah menginternalisasikan nilai-nilai pelestarian lingkungan melalui platform Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Melalui Gerakan Indonesia ASRI, nilai-nilai ekologis tidak lagi menjadi narasi makro yang abstrak, melainkan menjadi gaya hidup baru yang melekat pada sanubari setiap individu,” ujar Dirga.

Pihaknya juga menegaskan, bahwa upaya menjaga lingkungan tidak cukup hanya sebatas meningkatkan kesadaran, namun harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang dimulai dari lingkungan terkecil, mulai dari rumah tangga, banjar, desa, komunitas, dunia usaha hingga pemerintah. Salah satunya dengan memperkuat budaya peduli lingkungan melalui kebiasaan memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, meningkatkan penghijauan, serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan.

“Selain itu, kita harus mempersiapkan generasi muda Tabanan, yaitu Anak Gaul Tabanan (AGATA), sebagai generasi hijau yang memiliki kesadaran, pengetahuan, dan kepedulian terhadap lingkungan yang terus diperkuat agar menjadi karakter dan gaya hidup generasi masa depan,” imbu Dirga. 

(sukadana/kturnip)


Kander Turnip
Editor

Kander Turnip