Bunda PAUD Badung: PAUD Bukan Sekadar Calistung
BADUNG, PODIUMNEWS.com - Bunda PAUD Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) tidak semata-mata berfokus pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung), melainkan membangun karakter, kemampuan bersosialisasi, dan kemandirian anak sejak dini.
Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Pentas Seni serta Pelepasan dan Kenaikan Tingkat siswa TK Shanti Kumara III Sempidi yang berlangsung di Wantilan Desa Adat Sempidi, Sabtu (6/6).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Sempidi I Gusti Ayu Kade Oka Dewi Pertiwi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat Desa Adat Sempidi.
Dalam sambutannya, Rasniathi mengapresiasi penampilan para siswa yang dinilai mampu menunjukkan kreativitas dan rasa percaya diri di hadapan para orang tua dan undangan yang hadir.
“Keberadaan anak-anak di sini tentu membuat orang tua, guru, dan seluruh hadirin merasa bangga. Hari ini mereka mampu menunjukkan kreativitasnya dengan baik. Dari yang sebelumnya masih harus ditunggui orang tuanya di sekolah, kini mereka tampil percaya diri di atas panggung. Ini merupakan perubahan luar biasa yang tidak terlepas dari keuletan, dedikasi, dan kesabaran para guru dalam mendidik,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari perkembangan sosial dan emosional anak selama berada di lingkungan sekolah.
“Pendidikan PAUD bukan hanya soal membaca, menulis, dan berhitung. Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak mampu bersosialisasi, berinteraksi dengan teman-temannya, mengenal lingkungan sekolah, dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri,” katanya.
Rasniathi menambahkan, kemampuan akademik yang telah dimiliki anak sejak usia dini merupakan nilai tambah yang patut diapresiasi. Ia mengaku terkesan melihat sejumlah siswa yang mampu membaca doa, matembang, hingga berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
“Jika anak-anak sudah mampu membaca dan berhitung, itu merupakan nilai tambah. Tadi saya melihat ada yang mampu membaca doa, matembang, bahkan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Ini merupakan capaian yang sangat baik dan diharapkan dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan pada masa mendatang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala TK Shanti Kumara III Sempidi Desak Putu Mariati mengatakan pihak sekolah terus mengembangkan pendekatan PAUD Holistik Integratif (HI) yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar anak secara menyeluruh.
Menurutnya, program tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan gizi, kesehatan, pengasuhan, hingga perlindungan anak yang telah dijalankan secara berkelanjutan selama setahun terakhir.
“Melalui pendekatan PAUD Holistik Integratif, kami berupaya memastikan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang menyeluruh, termasuk perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang mereka,” jelasnya.
Ia menambahkan, salah satu fokus program yang dijalankan sekolah adalah pencegahan dan penanganan stunting melalui intervensi gizi serta edukasi pola hidup sehat sejak usia dini.
“Kami berharap melalui sinergi yang kuat dengan program Bunda PAUD, anak-anak dapat tumbuh sehat, cerdas, ceria, dan bebas dari stunting,” katanya.
Kegiatan pentas seni dan pelepasan siswa tersebut juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, dan rasa percaya diri, sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini yang berkualitas.
(sukadana)