Pemuteran Raih Best Tourism Village, Bali Dapat Pengakuan Dunia
TOLEDO, PODIUMNEWS.com – Desa Wisata Pemuteran, Kabupaten Buleleng, kembali mengharumkan nama Bali dan Indonesia di panggung internasional setelah menerima Plakat Best Tourism Village Award by UN Tourism 2025 dalam rangkaian Sidang ke-126 UN Tourism Executive Council di Toledo, Spanyol.
Penghargaan tersebut diterima delegasi Indonesia dari Sekretaris Jenderal UN Tourism, Shaikha Alnuwais, sebagai bentuk pengakuan dunia terhadap keberhasilan Pemuteran mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan pengakuan internasional tersebut menjadi bukti bahwa desa-desa wisata di Indonesia memiliki daya saing global sekaligus mampu mengedepankan prinsip keberlanjutan.
"Melalui partisipasi aktif dalam forum ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama internasional sebagai fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan global. Upaya ini tidak hanya mendukung stabilitas sektor pariwisata dunia, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Widiyanti dalam keterangan resmi Kementerian Pariwisata pada Jumat (12/6/2026), terkait pelaksanaan Sidang ke-126 UN Tourism Executive Council di Toledo, Spanyol.
Menurut Kementerian Pariwisata, penghargaan untuk Pemuteran menjadi bukti bahwa pengembangan desa wisata mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan.
Dalam keterangan resmi tersebut, Menteri Pariwisata juga menegaskan pentingnya penguatan pariwisata berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global.
"Kondisi tersebut mendorong sektor pariwisata untuk terus beradaptasi serta memperkuat orientasinya pada prinsip keberlanjutan dan ketahanan atau resiliensi," ujar Widiyanti.
Desa Wisata Pemuteran sebelumnya diumumkan sebagai penerima penghargaan Best Tourism Village by UN Tourism pada 17–18 Oktober 2025 di Tiongkok. Penghargaan ini diberikan kepada destinasi yang dinilai berhasil menerapkan model pariwisata berbasis masyarakat, menjaga kelestarian alam dan budaya, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Kementerian Pariwisata menyebut program Best Tourism Villages by UN Tourism telah membuka peluang ekonomi baru bagi desa-desa di berbagai negara, termasuk Indonesia yang kini memiliki ribuan desa wisata sebagai bagian dari pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Dalam keterangan resminya, Kementerian Pariwisata juga menegaskan dukungan Indonesia terhadap penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan destinasi skala kecil di kawasan Asia Pasifik.
"Dalam Prioritas Ketiga mengenai Pembangunan Kapasitas, kami mendorong UN Tourism Academy untuk secara khusus mengatasi kesenjangan keterampilan digital dan hijau (green skills) di negara-negara berkembang di Asia, dengan memberikan perhatian pada pemuda, perempuan, dan Small Island Developing States (SIDS). Upaya ini sangat penting bagi pengembangan destinasi-destinasi skala kecil di kawasan Asia dan Pasifik," ujar Widiyanti dalam keterangan resmi.
Penghargaan yang diterima Pemuteran sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai salah satu contoh praktik terbaik pengelolaan pariwisata berkelanjutan di tingkat global. Pengakuan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi desa-desa wisata lain di Indonesia untuk terus mengembangkan model pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berbasis masyarakat.
(sukadana)