Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Kemenpar Jadikan Gastronomi Magnet Baru Wisatawan

Oleh Nyoman Sukadana • 14 Juni 2026 • 10:49:00 WITA

Kemenpar Jadikan Gastronomi Magnet Baru Wisatawan
Wamenpar Ni Luh Puspa bersama pelaku industri kuliner mencicipi hidangan Nusantara pada Grab Bintang 5 Awards 2026 di Jakarta, Jumat (12/6/2026). (Foto: Kemenpar)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong gastronomi menjadi magnet baru yang mampu menarik wisatawan datang ke Indonesia. Strategi ini menandai perubahan paradigma pengembangan pariwisata nasional, di mana kuliner tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap perjalanan, tetapi menjadi salah satu alasan utama wisatawan memilih sebuah destinasi.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa saat menghadiri acara Grab Bintang 5 Awards 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Menurut Ni Luh Puspa, penguatan gastronomi sejalan dengan program prioritas Kemenpar dalam mengembangkan pariwisata berkualitas yang bertumpu pada tiga pilar utama, yakni marine tourism, wellness tourism, dan gastro tourism.

“Kami ingin menguatkan posisi gastronomi Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pelengkap perjalanan wisata, tetapi menjadi alasan utama wisatawan datang ke Indonesia. Kami juga ingin mengajak wisatawan mengenal dan memahami cerita di balik setiap hidangan, karena setiap makanan memiliki sejarah dan nilai budaya yang unik,” kata Ni Luh Puspa.

Ia menjelaskan, wisata gastronomi memiliki cakupan yang lebih luas dibanding wisata kuliner pada umumnya. Gastronomi tidak hanya menawarkan cita rasa makanan, tetapi juga mengajak wisatawan memahami sejarah, budaya, tradisi, proses pengolahan, hingga nilai-nilai yang melatarbelakangi sebuah hidangan.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan wisata gastronomi. Beragam kuliner tradisional dari Sabang hingga Merauke menyimpan cerita, filosofi, dan warisan budaya yang menjadi cerminan identitas bangsa.

“Tren wisata global saat ini menunjukkan semakin banyak wisatawan mencari pengalaman yang autentik dan berbasis budaya lokal. Ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk menjadikan kekayaan kuliner Nusantara sebagai salah satu alasan utama wisatawan berkunjung dan memperpanjang masa tinggal mereka di destinasi,” ujarnya.

Ni Luh Puspa menambahkan, pengembangan wisata gastronomi juga berpotensi memperluas manfaat ekonomi pariwisata secara lebih merata. Rantai nilai gastronomi melibatkan banyak pihak, mulai dari petani, nelayan, pelaku UMKM, pengrajin pangan lokal, hingga pelaku usaha kuliner di berbagai daerah.

“Setiap hidangan tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga menghadirkan cerita, budaya, dan kehidupan masyarakat di destinasi yang dikunjungi wisatawan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenpar mengapresiasi penyelenggaraan Grab Bintang 5 Awards 2026 yang dinilai turut memperkuat industri gastronomi nasional. Ia juga menyambut hadirnya kategori “Wonderful Indonesia Favorite Flavor” yang memberikan penghargaan kepada merchant pilihan di destinasi pariwisata prioritas dengan cita rasa khas Nusantara.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Grab Indonesia atas inisiatif yang baik ini, terlebih karena dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Wonderful Indonesia. Ajang ini tidak hanya mengangkat industri kuliner dan para pelaku usahanya, tetapi juga memperkuat peran gastronomi sebagai salah satu penggerak ekonomi dan pariwisata Indonesia,” ujar Ni Luh Puspa.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat memotivasi pelaku usaha kuliner untuk terus menjaga kualitas layanan, melestarikan kekayaan kuliner daerah, serta meningkatkan daya saing gastronomi Indonesia di tingkat nasional maupun global.

“Warisan kuliner Indonesia memiliki nilai yang tinggi dan menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan. Karena itu, pelaku usaha kuliner perlu terus berinovasi dan mengembangkan kekayaan gastronomi daerahnya,” katanya.

Turut mendampingi Wamenpar dalam kegiatan tersebut Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara III, R. Wisnu Sindhutrisno.

(sukadana)

Nyoman Sukadana
Editor

Nyoman Sukadana

Akrab disapa Menot adalah seorang jurnalis, kolumnis, publisher dan penulis buku asal Bali.