Podiumnews.com / Aktual / Advertorial

Badung Cetak Regenerasi Penabuh Gender Wayang Lewat Pembinaan Anak Sejak Dini

Oleh Nyoman Sukadana • 15 Juni 2026 • 19:24:00 WITA

Badung Cetak Regenerasi Penabuh Gender Wayang Lewat Pembinaan Anak Sejak Dini
Empat penabuh cilik Duta Kabupaten Badung tampil memukau pada Wimbakara Gender Wayang Anak-anak PKB XLVIII 2026 di Art Center Denpasar. (foto/sukadana)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terus memperkuat regenerasi seniman tradisi melalui pembinaan anak-anak sejak usia dini. Komitmen tersebut terlihat dari keikutsertaan empat penabuh cilik Duta Kabupaten Badung pada Wimbakara (Lomba) Gender Wayang Anak-anak serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Ayodya, Art Center, Denpasar, Senin (15/6/2026).

Empat peserta putra dan putri dari Sanggar Batel Giri Sunari, Banjar Busana, Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, tampil memukau dengan membawakan tiga gending, yakni Cangak Merengang, Pemungkah Wayah, dan Mesem. Pada ajang bergengsi tersebut, Duta Kabupaten Badung berhadapan dengan Duta Kabupaten Karangasem.

Pembina Tabuh Sanggar Batel Giri Sunari, I Made Gawi Antara, mengatakan penampilan di PKB tahun ini menjadi pengalaman perdana bagi sanggar binaannya. Untuk tampil maksimal, proses pembinaan dan latihan telah dilakukan sejak Januari 2026.

"Penampilan ini adalah yang pertama kali dari Sanggar Batel Giri Sunari. Persiapannya sudah dari bulan Januari. Sebelumnya juga ada persiapan untuk mempersiapkan di ajang yang bergengsi ini," ujarnya.

Menurutnya, keikutsertaan pada PKB bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap seni tradisi Bali, khususnya gender wayang yang tergolong kesenian langka dan membutuhkan keterampilan khusus.

"Persaingannya lumayan, karena Gender Wayang ini kan ajang yang bergengsi di PKB. Hampir setiap kabupaten, sudah pasti kalau sudah ke PKB mempersiapkan diri untuk mewakili itu. Pasti ada seleksi. Seleksi yang terbaik, mewakili kabupaten dalam ajang itu," ungkapnya.

Ia berharap penampilan para penabuh cilik Badung mampu memberikan hasil terbaik sekaligus menjadi kebanggaan bagi peserta, sanggar, dan Kabupaten Badung.

"Harapannya Jayanti. Kita membawa nama Badung, otomatis, kalau boleh, jangan minta juara lebih-lebih, juara satu lah," katanya.

Pembina Tabuh lainnya, I Gede Kristya Dika Santana, menegaskan tujuan utama keikutsertaan dalam Wimbakara Gender Wayang Anak-anak adalah menjaga keberlanjutan seni tradisi Bali melalui proses pelestarian dan penggalian potensi generasi muda.

"Tujuan utamanya yang pasti kan pelestarian. Pelestarian seni, penggalian seni-seni, karena setiap kabupaten memiliki style, memiliki ciri khas atau karakter masing-masing," ujarnya.

Sementara itu, Staf Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Wayan Wiryadi, mengapresiasi penampilan para penabuh cilik yang dinilai mampu memainkan instrumen gender wayang dengan baik. Menurutnya, permainan gender wayang merupakan salah satu seni karawitan yang tergolong sulit dan langka.

"Astungkara apa yang terlihat dan disampaikan selama ini, anak-anak kami itu sudah luar biasa untuk penampilan ini, dan semoga pada hari ini mendapatkan hasilnya maksimal," ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Badung telah memberikan pembinaan dan motivasi secara maksimal melalui proses seleksi dan pendampingan selama dua bulan sebelum penampilan di PKB.

"Harapannya adalah dalam proses ini, Badung tetap sempurna, tetap berprestasi," imbuhnya.

Melalui pembinaan sejak dini dan dukungan berkelanjutan kepada sanggar-sanggar seni, Pemerintah Kabupaten Badung berharap lahir generasi penerus yang mampu menjaga eksistensi gender wayang sebagai salah satu warisan seni tradisi Bali yang adiluhung di tengah perkembangan zaman

(sukadana)


Nyoman Sukadana
Editor

Nyoman Sukadana

Akrab disapa Menot adalah seorang jurnalis, kolumnis, publisher dan penulis buku asal Bali.