Podiumnews.com / Muda / Kampus

Kampus Diminta Ubah Riset Menjadi Solusi Nyata

Oleh Nyoman Sukadana • 16 Juni 2026 • 18:23:00 WITA

Kampus Diminta Ubah Riset Menjadi Solusi Nyata
Wamendiktisaintek Prof. Dr. Fauzan menghadiri pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi Pendidikan Bali dan mendorong hilirisasi riset bagi masyarakat. (sukadana)


SINGARAJA, PODIUMNEWS.com – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, meminta perguruan tinggi tidak berhenti menghasilkan lulusan dan penelitian semata, tetapi mampu menerjemahkan hasil riset menjadi solusi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi Pendidikan Bali di Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Senin (15/6/2026).

Konsorsium tersebut melibatkan 14 perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali yang memiliki program studi kependidikan.

“Perguruan tinggi harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Hasil riset tidak boleh berhenti sebagai prototipe, tetapi harus bisa diimplementasikan dan memberikan manfaat langsung,” ujar Fauzan.

Menurutnya, kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh keseriusan dalam membangun sektor pendidikan. Karena itu, perguruan tinggi perlu memperkuat sinergi agar sumber daya, keahlian, dan hasil riset yang dimiliki dapat dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat.

Ia menilai kampus memiliki potensi besar melalui keberadaan para ahli di berbagai bidang. Potensi tersebut harus diterjemahkan menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, sosial, ekonomi, hingga pembangunan daerah.

“Perguruan tinggi memiliki banyak ahli dan potensi besar. Melalui kolaborasi, seluruh potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Inilah esensi Kampus Berdampak,” tegasnya.

Fauzan berharap pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi Pendidikan Bali dapat menjadi wadah kolaborasi antarkampus dalam memperkuat peran pendidikan tinggi menjawab berbagai tantangan di Bali.

Menurutnya, sinergi antarkampus memungkinkan pertukaran sumber daya, pengalaman, dan keahlian sehingga hasil riset dan inovasi yang dihasilkan dapat lebih mudah diimplementasikan serta memberikan manfaat yang lebih luas.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Fauzan Adziman, menyampaikan pemerintah telah menyiapkan berbagai program strategis untuk mengoptimalkan peran perguruan tinggi dalam menangani persoalan masyarakat.

Bahkan, sejumlah program tersebut telah diperkuat melalui kolaborasi bersama Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Menurutnya, dukungan tersebut perlu disambut oleh perguruan tinggi di Bali, terutama yang tergabung dalam konsorsium, sehingga hasil penelitian yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi dapat dihilirisasikan dan diterapkan secara nyata.

Sementara itu, Rektor Universitas Pendidikan Ganesha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, menyambut baik terbentuknya konsorsium tersebut. Ia menilai kolaborasi antarkampus merupakan langkah strategis untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan di Bali.

“Konsorsium ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pendidikan serta kebutuhan masyarakat di Bali,” ujarnya.

Pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi Pendidikan Bali diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat implementasi program Kampus Berdampak, sekaligus mendorong perguruan tinggi lebih aktif menghadirkan inovasi dan solusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

(sukadana)



Nyoman Sukadana
Editor

Nyoman Sukadana

Akrab disapa Menot adalah seorang jurnalis, kolumnis, publisher dan penulis buku asal Bali.