Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai US$360 Miliar

Oleh Nyoman Sukadana • 18 Juni 2026 • 12:47:00 WITA

Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai US$360 Miliar
Menkomdigi Meutya Hafid dalam Asia Economic Summit di Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026) di Jakarta. (Foto: Kemkomdigi)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com – Nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melonjak hingga mencapai US$360 miliar pada 2030. Proyeksi tersebut menempatkan Indonesia pada titik krusial untuk mengubah potensi ekonomi digital menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan Indonesia saat ini telah menjadi ekonomi digital terbesar di kawasan ASEAN dengan nilai sekitar US$100 miliar atau hampir sepertiga dari total ekonomi digital kawasan.

“Indonesia telah menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN dengan nilai sekitar US$100 miliar atau hampir sepertiga dari total kawasan. Namun, besarnya angka tidak otomatis berarti kekuatan yang sesungguhnya,” ujar Meutya saat Asia Economic Summit di Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, tantangan utama Indonesia saat ini bukan lagi sekadar memperluas konektivitas digital, melainkan memastikan pertumbuhan ekonomi digital mampu menciptakan nilai tambah dan memperkuat ekonomi nasional.

“Menghubungkan masyarakat adalah bagian yang cukup mudah. Justru bagian yang jauh lebih sulit dan jauh lebih berharga adalah menghubungkan sistem kita serta mengubah seluruh pertumbuhan itu menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Inilah babak ketika Asia Tenggara tidak mau hanya menjadi pasar namun juga turut membentuk ekonomi digital dunia,” katanya.

Meutya menjelaskan Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi penggerak utama ekonomi digital di Asia Tenggara. Selain memiliki populasi sekitar 281 juta jiwa atau hampir 40 persen dari total penduduk ASEAN, Indonesia juga didukung sekitar 220 juta pengguna internet dan investasi asing langsung yang mencapai US$55 miliar pada tahun lalu.

Ia menegaskan Indonesia tidak boleh lagi puas hanya menjadi pasar besar ekonomi digital. Menurutnya, Indonesia harus naik kelas menjadi pencipta dan pemilik nilai sehingga manfaat ekonomi digital lebih banyak dinikmati di dalam negeri.

Karena itu, pemerintah mendorong strategi retensi nilai agar pertumbuhan ekonomi digital tidak hanya menghasilkan transaksi yang besar, tetapi juga menciptakan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat struktur ekonomi nasional.

“Sebagai contoh, nelayan kini bisa menjual hasil tangkapan langsung ke pasar melalui aplikasi dan mendapatkan pendapatan jauh lebih besar. Produsen kecil dapat menjangkau pelanggan di seluruh negeri bahkan kawasan tanpa perantara yang mengambil sebagian besar keuntungan. Inilah makna sebenarnya dari transformasi digital,” jelasnya.

Menurut Meutya, transformasi digital harus mampu meningkatkan produktivitas dan memperluas akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), nelayan, petani, serta pelaku usaha kecil lainnya.

Ia juga menekankan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Nilai terbesar AI tidak terletak pada teknologinya, melainkan pada bagaimana kita memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

(sukadana)



Nyoman Sukadana
Editor

Nyoman Sukadana

Akrab disapa Menot adalah seorang jurnalis, kolumnis, publisher dan penulis buku asal Bali.