Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Kearifan Musik Kesiman Hidup dalam Garapan Reng Roh

Oleh Nyoman Sukadana • 20 Juni 2026 • 18:14:00 WITA

Kearifan Musik Kesiman Hidup dalam Garapan Reng Roh
Penampilan Sekaa Gong Kencana Wiguna, Banjar Kehen Kesiman, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, membawakan garapan baleganjur "Reng Roh" pada Wimbakara Baleganjur Remaja PKB XVIII 2026 di Kalangan Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (19/6/2026). (Foto: Sukadana)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Kearifan musik tradisional Kesiman hidup dalam garapan baleganjur bertajuk "Reng Roh" yang dibawakan Sekaa Gong Kencana Wiguna, Banjar Kehen Kesiman, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, sebagai Duta Kota Denpasar pada Wimbakara (Lomba) Baleganjur Remaja Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (19/6/2026) malam.

Penampilan tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, serta undangan lainnya.

Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Wayan Narta, mengatakan karya "Reng Roh" merupakan komposisi baleganjur yang menjadikan musik sebagai media pemuliaan jiwa yang suci, murni, dan menjadi sumber kehidupan bagi seluruh makhluk.

"Karya Reng Roh mengelaborasi unsur musik seperti melodi, tempo, dinamika, ritme, timbre, serta olahan vokal yang ditata dalam sajian gerak atraktif dan teatrikal sebagai gambaran pemuliaan sang jiwa ketika hidup," ujar Wayan Narta di sela pementasan.

Ia menjelaskan, kekayaan musik tradisional Kesiman menjadi salah satu sumber inspirasi utama dalam proses penciptaan karya tersebut. Unsur-unsur musikal khas seperti sesandaran dan ancag-ancagan diolah kembali menjadi bagian dari komposisi yang ditampilkan di atas panggung.

"Kearifan musik Kesiman, seperti sesandaran dan ancag-ancagan, kami jadikan inspirasi dalam pengolahan instrumen maupun unsur musikal pada karya yang ditampilkan malam ini," katanya.

Selain mengangkat identitas musikal Kesiman, garapan "Reng Roh" juga menghadirkan semangat mebraya atau gotong royong dalam penataan geraknya. Inspirasi tersebut diambil dari tradisi masyarakat, seperti matetekan dan metandingan sebelum upacara keagamaan, hingga aktivitas berkesenian berupa megambel dan menari.

Perpaduan antara eksplorasi musikal dan gerak teatrikal itu menghasilkan sajian yang harmonis, kreatif, ekspresif, dan atraktif. Persiapan pementasan sendiri telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu untuk menghadirkan penampilan terbaik pada ajang PKB tahun ini.

"Semoga penampilan kami ini bisa jayanti dan memberikan hasil terbaik bagi Kota Denpasar pada PKB XVIII Tahun 2026," ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi tinggi atas penampilan Sekaa Baleganjur Kencana Wiguna yang dinilainya tampil maksimal dan mampu menghadirkan konsep garapan yang sangat apik.

"Saya bangga terhadap semangat berkesenian adik-adik Sekaa Baleganjur Kencana Wiguna. Semangat regenerasi yang mereka tunjukkan merupakan upaya penting untuk melestarikan warisan budaya leluhur," kata Jaya Negara.

Menurutnya, karya "Reng Roh" membuktikan bahwa tradisi tidak hanya dijaga melalui pelestarian bentuk-bentuk lama, tetapi juga melalui keberanian menghadirkan inovasi yang tetap berpijak pada identitas budaya lokal.

"Astungkara penampilan adik-adik Sekaa Baleganjur Kencana Wiguna malam ini membawa hasil yang luar biasa. Konsep garapan yang dibawakan sangat apik. Semoga tahun ini Duta Kota Denpasar bisa mendapatkan juara," ujar Jaya Negara.

(sukadana)


Nyoman Sukadana
Editor

Nyoman Sukadana

Akrab disapa Menot adalah seorang jurnalis, kolumnis, publisher dan penulis buku asal Bali.