Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

417 Juta Perjalanan, Wisata Dekat Rumah Makin Dominan

Oleh Nyoman Sukadana • 25 Juni 2026 • 20:53:00 WITA

417 Juta Perjalanan, Wisata Dekat Rumah Makin Dominan
Kementerian Pariwisata menggelar konferensi pers "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja" untuk menyambut libur sekolah 2026 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (Foto: Kemenpar)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com – Pola perjalanan wisata masyarakat Indonesia terus mengalami perubahan. Wisata ke destinasi yang berada dekat dari tempat tinggal kini menjadi pilihan utama masyarakat dibandingkan melakukan perjalanan jarak jauh.

Perubahan tersebut tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 417,06 juta perjalanan atau meningkat 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama sekaligus Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, mengatakan tren tersebut menunjukkan masyarakat semakin mengutamakan perjalanan yang lebih efisien dari sisi waktu maupun biaya.

"Selain memperkuat ekonomi nasional, mengurangi arus keluar devisa, dan mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), langkah ini juga mendorong pemerataan manfaat ekonomi pariwisata hingga ke berbagai daerah," ujar Nia dalam konferensi pers "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja" di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Menurut Nia, perubahan pola perjalanan itu sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang kini lebih mengutamakan fleksibilitas, kenyamanan, serta biaya perjalanan yang lebih terjangkau.

Ia menjelaskan, pada 2025 perjalanan antarkabupaten maupun antarkota dalam satu provinsi menjadi kontributor terbesar perjalanan wisatawan nusantara dengan porsi mencapai 67,7 persen dari total perjalanan nasional.

"Pola ini juga sejalan dengan temuan UN Tourism yang menunjukkan wisatawan cenderung memilih destinasi terdekat karena lebih hemat biaya, mudah diakses, dan menawarkan beragam atraksi yang belum banyak dieksplorasi," katanya.

Melihat perubahan tersebut, Kementerian Pariwisata meluncurkan kampanye "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja" untuk mendorong masyarakat mengeksplorasi berbagai destinasi wisata di sekitar tempat tinggal selama libur sekolah.

Pemerintah menilai pergerakan wisatawan di wilayah sekitar akan memberikan dampak ekonomi yang lebih merata bagi daerah sekaligus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjadi penopang industri pariwisata.

Untuk mempermudah masyarakat merencanakan perjalanan, Kementerian Pariwisata juga menghadirkan platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama MaiA. Platform tersebut dapat membantu wisatawan memilih destinasi, menyusun rencana perjalanan, hingga menyesuaikan pilihan wisata sesuai kebutuhan dan anggaran.

Selain itu, pemerintah bersama pelaku industri pariwisata menyediakan 95 paket wisata yang melibatkan 40 pelaku industri. Paket tersebut mencakup wisata alam, budaya, bahari, hingga petualangan di berbagai destinasi seperti Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pilihan harga yang bervariasi.

Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Imam Priyono, memastikan seluruh destinasi wisata telah dipersiapkan menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur sekolah melalui penerapan prinsip Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE).

"Kami berharap setiap wisatawan pulang membawa pengalaman yang menyenangkan, aman, dan menjadi kenangan indah selama berlibur di Indonesia," ujar Imam.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Mochamad Achir, mengatakan pemerintah juga memberikan berbagai stimulus berupa potongan harga tiket pesawat, kereta api, dan angkutan laut untuk mendorong peningkatan perjalanan wisatawan nusantara.

"Program ini diharapkan semakin mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan sektor pariwisata domestik. Namun, sebagian besar diskon berlaku untuk layanan kelas ekonomi sesuai periode yang telah ditetapkan," kata Achir.

(sukadana)


Nyoman Sukadana
Editor

Nyoman Sukadana

Akrab disapa Menot adalah seorang jurnalis, kolumnis, publisher dan penulis buku asal Bali.