Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Ribuan Umat Padati Pujawali di Pura Sakenan

Oleh Nyoman Sukadana • 27 Juni 2026 • 18:31:00 WITA

Ribuan Umat Padati Pujawali di Pura Sakenan
Wali Kota Denpasar bersama jajaran Pemkot dan umat Hindu mengikuti persembahyangan saat puncak Pujawali di Pura Sakenan, Serangan, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Sukadana)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Ribuan umat Hindu memadati Pura Sakenan, Desa Adat Serangan, Denpasar, saat puncak Bhakti Pujawali bertepatan dengan Hari Suci Kuningan, Sabtu (27/6/2026).

Persembahyangan bersama tersebut turut dihadiri Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Made Oka Cahyadi Wiguna, Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, pimpinan perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta ribuan pemedek dari berbagai daerah.

Puncak pujawali berlangsung khidmat dengan diisi persembahyangan bersama serta pementasan sejumlah seni sakral berupa Tari Rejang Wali, Tari Topeng Wali, dan Wayang Lemah yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari rangkaian upacara.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, pelaksanaan Bhakti Pujawali merupakan momentum penting bagi umat Hindu untuk memperkuat sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus memohon keselamatan, kedamaian, dan kerahayuan jagat.

"Melalui pelaksanaan Pujawali ini, semoga seluruh umat senantiasa diberikan tuntunan untuk menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sebagai implementasi ajaran Tri Hita Karana," ujar Jaya Negara.

Berdasarkan Dudonan Piodalan yang diterbitkan Puri Agung Kesiman selaku pengempon pura, rangkaian piodalan telah dimulai sejak Kamis (25/6/2026) melalui kegiatan mareresik, mamenjor, ngiyas pelinggih, serta ngunggahang lamak yang melibatkan pemangku, pengemong, panitia, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat.

Selanjutnya pada Jumat (26/6/2026), dilaksanakan prosesi Ngelungsur Ida Bhatara menuju Pura Pesamuhan Agung sebagai bagian dari tahapan menuju puncak pujawali.

Rangkaian persembahyangan masih akan berlanjut melalui Bhakti Penganyar pada Minggu (28/6/2026), Senin (29/6/2026), dan Selasa (30/6/2026). Pada hari terakhir juga akan dilaksanakan upacara Penyineban yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian piodalan dengan prosesi Ida Bhatara kembali ke payogan.

Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, menjelaskan bahwa Hari Suci Kuningan merupakan momentum kemenangan Dharma melawan Adharma sebagaimana tertuang dalam berbagai sastra Hindu seperti Lontar Sundarigama, Lontar Jaya Kusuma, dan Usana Bali.

Menurutnya, perayaan Kuningan juga sarat makna filosofis melalui berbagai sarana upakara seperti nasi kuning, tamiang, dan endong yang menjadi simbol rasa syukur umat Hindu.

"Sebagai salah satu Pura Dang Kahyangan yang disucikan dan menjadi pilar spiritual di Kota Denpasar, Pura Sakenan senantiasa dipadati umat dari berbagai daerah. Kehadiran PHDI Kota Denpasar, majelis agama, perangkat desa adat, serta seluruh pemedek mencerminkan semangat kebersamaan dalam memohon anugerah kesehatan, kedamaian, dan kesejahteraan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa," ujar I Made Arka.

(sukadana)


Nyoman Sukadana
Editor

Nyoman Sukadana

Akrab disapa Menot adalah seorang jurnalis, kolumnis, publisher dan penulis buku asal Bali.