Registrasi SIM Biometrik Diklaim Percepat Penyaluran Bansos
JAKARTA, PODIUMNEWS.com – Penerapan registrasi kartu SIM berbasis biometrik yang mulai diberlakukan pada 1 Juli 2026 dinilai tidak hanya berdampak pada sektor telekomunikasi, tetapi juga berpotensi mempercepat dan meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan sosial pemerintah.
Principal Expert Govtech Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Rahmat Danu Andika mengatakan autentikasi biometrik akan memperkuat proses verifikasi identitas pelanggan atau Know Your Customer (KYC), sehingga setiap nomor telepon yang aktif benar-benar terhubung dengan identitas pemiliknya.
"Dengan penerapan biometrik, kualitas KYC pengguna seluler akan menjadi lebih baik. Ketika kualitas data meningkat, data tersebut akan lebih bermakna dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan layanan publik," ujar Rahmat di Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, selama ini pemerintah masih menghadapi kendala dalam memanfaatkan data pelanggan seluler karena belum seluruh nomor telepon memiliki tingkat verifikasi identitas yang kuat dan dapat dipastikan validitasnya.
Kondisi tersebut membuat pemanfaatan data telekomunikasi untuk mendukung kebijakan publik belum dapat dilakukan secara optimal.
"Kalau kualitas KYC sudah baik, tingkat kepercayaan terhadap data juga meningkat. Hal ini dapat membantu memastikan bantuan sosial diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak," katanya.
Rahmat menjelaskan data pelanggan seluler yang tervalidasi dapat menjadi salah satu referensi tambahan dalam proses penyusunan kebijakan berbasis data, termasuk dalam memetakan kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi pemerintah.
Selain itu, registrasi biometrik juga dinilai mampu meningkatkan akuntabilitas penggunaan nomor telepon sehingga dapat menekan risiko penyalahgunaan identitas, penipuan digital, hingga tindak kejahatan berbasis telekomunikasi.
"Potensi pemanfaatan data seluler sangat besar, tetapi pengembangannya harus dilakukan secara hati-hati karena berkaitan dengan data pribadi masyarakat. Prinsip perlindungan data pribadi harus tetap menjadi prioritas," tegasnya.
Ia menilai registrasi SIM berbasis biometrik merupakan langkah awal menuju tata kelola data digital nasional yang lebih baik dan lebih akurat.
Ke depan, data yang semakin berkualitas diharapkan mampu mendukung berbagai layanan publik, mulai dari penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, pencegahan penipuan digital, hingga penyusunan kebijakan berbasis data yang lebih presisi.
(sukadana)